Bank NTT Dampingi Lima Desa Binaan di Kabupaten Malaka

oleh -374 views

Malaka, Likuraionline.com–Bank NTT  memberikan pendampingan dan pengembangan kapasitas bagi lima desa binaan di Kabupaten Malaka pada tahun 2022.

Demikian disampaikan Kepala Bank NTT Cabang Betun, Yuan Nerda A Taneo seusai mengikuti kegiatan launching festival desa binaan dan PAD serta program ramai sekali tahun 2022 di aula hotel Ramayana Betun, Senin 21 Maret 2022.

Disebutkan Kepala Bank NTT Cabang Betun itu, lima desa binaan tersebut diantaranya Desa Wehali, Bakiruk, Lakekun Barat, Beaneno dan Webriamata.

Lanjut Yuan Taneo, desa binaan merupakan program lanjutan dari Bank NTT pada tahun kedua dimana pada tahun lalu setiap kantor cabang hanya memiliki satu desa binaan.

“Khusus tahun 2022 jumlah desa binaan Bank NTT pada setiap cabang dinaikkan menjadi lima desa binaan.

Itu karena setelah melakukan evaluasi pada tahun 2021 dan dampaknya cukup bagus. Sehingga tahun ini ditetapkan setiap cabang mendapat lima desa binaan,”ujar Yuan Taneo.

Lebih lanjut dirinya mengatakan tujuan dari program desa binaan tersebut untuk mengidentifikasi potensi setiap desa untuk dilakukan pendampingan dan pengembangan baik itu pengembangan kapasitas dan modal yang berkaitan dengan usaha.

Dikatakannya lagi, tentu dari kelima desa binaan tersebut memiliki potensi masing-masing.

Sehingga dari sebaran potensi yang dimiliki kemungkinan akan dilakukan pendampingan yang berkelanjutan.

“Bank NTT sebagai Bank daerah memiliki kewajiban untuk membangun potensi daerah demi kesejahteraan masyarakat di Nusa Tenggara Timur khususnya di Kabupaten Malaka,”ujarnya lagi.

Sebut Yuan Taneo, dari lima desa binaan tersebut produk UMKM yang akan ditampilkan berdasarkan hasil identifikasi dari setiap desa binaan.

“Desa Lakekun Barat yang dilihat sebagai posisi strategis lintas utama bagi masyarakat yang mau ke Atambua dan Timor Leste serta memiliki kolam ikan.

“Kolam ikan harus kita optimalkan melalui bantuan pembibitan yang kemudian pada waktunya kita bisa ikut lomba pancing. Selain sebagai tempat pancing ikan juga sebagai tempat rekreasi yang dampaknya untuk BumDes dan masyarakat.

“Kita juga akan melibatkan melibatkan generasi muda yang berasal dari desa Bank NTT untuk dibuatkan caffe atau live music ringan. Jadi selain orang pancing dia bisa minum kopi dan bisa dengar musik,”sebut Yuan Taneo.

Lanjutnya lagi, di Wehali ada pengrajin keripik pisang. Saat ini sudah dilakukan PKS dengan Kemenkumham untuk izin industri rumah tangga, selain itu ada PKS dengan balai POM untuk izin standar POM.

“Sehingga produk yang dihasilkan kita bisa pasarkan baik secara online maupun di dalam kota dan di luar kota,”ucapnya.

Selain itu menurut Yuan Taneo bagi mereka yang pengrajin Bank NTT juga merencanakan akan menyiapkan centra oleh-oleh khas Malaka di dalam kota yang akan melakukan kerjasama dengan Degranasda Kabupaten Malaka.

“Kalau orang datang di Malaka dan mencari oleh-oleh khas Malaka bisa didapatkan di Centra oleh-oleh Malaka,”ucapnya.

Selain program festival desa binaan Bank NTT juga menyiapkan kredit merdeka bagi masyarakat yang ingin melakukan kredit tanpa agunan dan tanpa bunga.

“Kredit merdeka tidak hanya berlaku bagi masyarakat di lima desa binaan akan tetapi berlaku untuk seluruh masyarakat Kabupaten Malaka.

“Platformnya cukup lima juta kalau dalam perjalanan ada perkembangan maka akan kita naikkan menjadi sepuluh juta dan seterusnya. Ini semua agar ada aspek pemberdayaan jangan sampai kita kasih memang besar dan tidak berkembang.

“Masyarakat yang ingin memiliki fasilitas tanpa bunga dan tanpa agunan itu dipersilahkan tapi tentunya ada kriteria yang harus dipenuhi dan tidak semua yang mengajukan harus kita penuhi,”katanya.

Sementara itu Sekertaris Desa Wehali, Hironimus Rony Yohanes Seran memberikan apresiasi kepada Kepala Cabang Bank NTT bersama seluruh staf yang sudah mengundang untuk mengikuti kegiatan lounching desa binaan hari ini.

Menurut Rony, desa Wehali merupakan desa kota yang dipilih sebagai salah satu desa binaan Bank NTT.

“Kami dari sisi pemerintahan desa sangat mendukung dan menerima inisiatif baik dari Bank NTT yang juga merupakan Bank daerah,”katanya.

Lanjut Rony Seran, masyarakat desa Wehali yang notabene hidup dengan berwirausaha pada unit usaha kecil menengah tentunya sangat berharap agar Bank NTT dapat melakukan survei berdasarkan hasil identifikasi kami untuk masyarakat bisa menerima program ini.

Desa Wehali juga saat ini sudah memiliki BumDes dan Karang Taruna sehingga direncanakan akan menggunakan lapangan umum Betun pada malam hari untuk berjualan produk UMKM dari desa Wehali.

“Melalui program dari Bank NTT ini tentunya kami akan lebih memberikan peluang kepada kaum muda untuk dapat berwirausaha khususnya di desa Wehali,”jelasnya. (Gonzalo).

No More Posts Available.

No more pages to load.