Saat Deklarasi di Labuan Bajo, Viktor Bungtilu Laiskodat Jelaskan Strategi Memajukan NTT

oleh -1.392 views
Paket Victory-Joss di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Sabtu, (27/1/2018).

Labuan Bajo,LikuraiOnline.Com–Pasangan calon Gubernur dan calon wakil bubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat-Josef Nae Soi yang dikenal paket Victory-Joss punya strategi atau syarat memajukan Provinsi NTT yang masih terkategori tertinggal ini.  Paket yang diusung Partai Nasdem, Partai Golkar, Partai Hanura dan PPP ini punya strategi untuk memajukan NTT. Viktor Laiskodat menyebutkan ada tiga syarat utama untuk memajukan wilayah NTT.

Dihadapan ribuan massa saat Deklarasi di Lapangan Wae Kesambi, Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Calon Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat mengatakan, Provinsi NTT memiliki berbagai potensi yang jika dikelola secara maksimal membawa NTT sejajar dengan daerah lain  di Indonesia.

Untuk itu ketika hajatan demokrasi dalam rangka memilih seorang pemimpin telah tiba, maka rakyat sebagai pemegang kedaulatan harus memilih pemimpin yang mampu mengeluarkan NTT dari segala bentuk ketertinggalan.

Hal ini disampaikan Bakal Calon Gubernur NTT, Vitor Bungtilu Laiskodat yang didampingi Bakal dan Wakil Gubernur NTT, Josef Nae Soe dalam orasinya saat Deklarasi Paket Victory-Joss di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Sabtu, (27/1/2018).

“Dalam pengalaman saya, sumber daya alam bukanlah satu-satunya jawaban atas berkembang majunya sebuah daerah. Namun ada tiga syarat utama yang harus dipenuhi dalam rangka sebuah daerah itu bisa bangkit dan berkembang dengan baik” kata Viktor.

Syarat yang pertama kata Ketua Fraksi DPR RI ini adalah kecerdasan sumber daya manusia. Untuk itu manusia-manusia di NTT harus memiliki sumber daya dan kecerdasan mumpuni yang diperoleh melalui berbagai tataran pendidikan.

Jika pendidikannya rendah maka mustahil sebuah wilayah bisa berkembang tetapi akan tetap berada dalam kubangan kemiskinan dan kemelaratan, sebab tidak ditopang oleh sumber daya yang kuat.

“Oleh Karena itu kita harus menyiapkan sumber daya manusia itu dengan baik. Pemerintah harus mendesain bagimana semua anak-anak yang ada di  NTT bisa mengenyam pendidikan secara baik hingga ke jenjang perguruan tinggi. Pemerintah harus membangun sekolah-sekolah unggul dimana-mana.

Yang berikut adalah pemerintah harus mengirim anak-anak untuk belajar ke luar negeri sehingga ketika mereka pulang kita sudah punya modal sumber daya manusia yang bisa bekera dengan baik diberbagai bidang dan bisa menjadi penggerak di desa-desa.

Singapura tidak memiliki sumber daya Alam yang cukup tapi bisa berkembang dengan pesat karena memiliki sumber daya manusia yang mumpuni”,kata Viktor yang disambut tepuk tangan riuh masyarakat.

Syarat yang kedua kata Viktor Laiskodat bagimana sebuah daerah bisa bangkit dan berkembang adalah tingkat ketamakan dari pimpinan daerah. Ketamakan berhubungan erat dengan moral. Jika orang pemimpin memiliki sifat yang tamak maka tidak mungkin sebuah wilayah bisa berkembang. Lihatlah Negara-negara diluar yang mengalami kebangkuratan, itu disebabkan oleh ketamakan pemimpin yang begitu tinggi. Indoneia juga pernah mengalami masa dimana rakyat bersatu untuk menurunkan seorang pemimpin karena persoalan ini.

“Sekalipun kami berdua memiliki jabatan politik namun sampai dengan saat ini, jangankan terlibat dalam perbuatan korupsi, isu tentang korupsipun tidak ada pada diri kami. Banyak orang bicara tentang korupsi tapi dia belum biasa mengelola uang.  Uang itu adalah akar segala kejahatan yang melampaui rayuan-rayuan lainnya dalam hidup ini.

Pemimpin harus tahan uji dari segala macam godaan uang dan harus membiasakan diri untuk makan sesuatu dari haknya sendiri dan tidak tertarik mengambil hak orang lain,” tegas Viktor. Syarat ketiga lanjut Viktor adalah berapa besar sumber daya alam yang dimiliki oleh sebuah daerah.

NTT kata Viktor, memiliki alam NTT begitu luar biasa. Memiliki laut yang luat dan panas yang cukup tapi  masih mengimpor garam dari Negara lain. NTT memiliki garis pantai yang panjang dengan air laut yang jernih sehingga mampu memproduksi garam dalam jumlah yang besar. NTT sebagai daerah yang panas sangat cocok untuk pengembangan garam dan paling tidak bisa berkontribusi dalam memenuhi kebutuhan garam nasional.

“Saat ini Indonesia membutuhkan 3,8 juta metrix ton garam per tahun. Jumlah itu harus diimpor dari Autralia, China dan India. Kita memiliki mimpi bahwa kita bisa menjadikan NTT daerah produksi garam dan mampu menjawab kebutuhan nasional paling tidak 1,5 juta metrix ton per tahun. Jika itu bisa kita lakukan maka NTT akan memiliki nilai dan posisi tawar yang tinggi secara nasional. Disitu NTT akan diperhitungkan karena kita berkontribusi untuk kebutuhan nasional.

Apa lagi yang kurang, laut kita luar dengan air yang jernih, dengan musim panas yang panjang dan hembusan angin yang cukup sehingga produksi garam akan lebih baik,” ungkap Viktor. Viktor melanjutkan, Tuhan menciptakan alam NTT begitu indah mulai dari Flores, Sumba, Timor, Alor, Rote dan Sabu dan tidak sama dengan daerah lain di Indonesia. Labuan Bajo kata Viktor Laiskodat adalah daerah pariwisata yang sedang menggeliat dan menjadi perhatian dunia.

Tapi masyarakat Manggarai Barat dan khususnya di Labuan Bajo belum menikmati dampak dari sektor pariwisata tersebut. Kebutuhan pangan untuk hotel dan restoran di Labuan Bajo justru didatangkan dari luar bukan hasil dari petani-petani di Manggarai Barat.

Hal ini terjadi karena pemerintah tidak memeiliki grand desain yang jelas dalam mengembangkan industry pariwisata yang mempu memberi sejahtera bagi masyarakat setempat. “Jika kami dipercaya, maka kami harus memberdayakan masyarakat setempat, bagaimana kita membantu mereka dengan berbagai kemudahan sehingga kebutuhan pangan untuk hotel dan restoran bisa terpenuhi dari hasil pertanian masyarakat di Manggarai Barat sendiri. Demikian juga dengan tenaga kerja, mereka harus dilatih secara baik sehingga tidak ada lagi tenaga dari luar yang bekerja di berbagai sector yang menunjang pariwisata diwilayah ini,” jelas Viktor. (tim media/liser)