Mengukir Wajah Malaka Di Bidang Pendidikan & SDM Bersama SBS

oleh -435 views

(Catatan Harian Seorang Jurnalis)

Oleh: John Germanus Seran – Wartawan likuraionline.com

Sumber Daya Manusia (SDM) adalah orang atau sekelompok orang yang mempunyai kemampuan, yang dicirikan dengan pola pikir dan daya fisik yang baik serta memiliki kemampuan untuk memberikan jasa.

Dalam pembangunan di sebuah daerah, SDM adalah kekayaan atau modal yang dapat dikelolah dengan baik untuk mencapai tujuan daerah tersebut.

Hal ini disadari betul oleh seorang SBS, yang secara syah diberi kepercayaan untuk mengarsiteki pembangunan di Kabupaten Malaka.

SBS paham betul, bahwa untuk mengukir wajah Kabupaten Malaka ia  membutuhkan SDM yang berbakat, unggul dan visibel.

Berbakat dalam arti memiliki kemampuan dasar untuk mempelajari sesuatu dalam waktu yang relatif singkat namun hasilnya memuaskan.

Dalam upaya memoles wajah Malaka, SBS juga membutuhkan  SDM yang unggul, dalam arti krearif, inofatif serta tanpa pamri.

SDM yang mampu mengeksplor segala kemampuan yang ada untuk menemukan cara-cara yang lebih efisien dan efektif dalam pembangunan.

SDM yang visibel adalah orang atau sekelompok orang yang memiliki kemampuan berpikir jauh ke depan, yang mampu membuat kajian tentang dampak atau manfaat dari sebuah kebijakan untuk jangka waktu yang lama.

SBS butuh SDM yang memenuhi tiga kriteria tersebut. Tetapi untuk mendapatkan itu bukanlah perkara gampamg.

“Karena membangun SDM adalah membangun manusia seutuhnya. Membangun SDM adalah membangun fisik dan psikis manusia”,  kata SBS suatu ketika.

Bagi SBS yang memiliki pengalaman jam terbang yang tinggi, membangun sumber daya manusia sesungguhnya sudah dimulai ketika seorang manusia mulai terbentuk di dalam rahim ibunya.

Revolusi Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) yang digagaskan SBS rupanya merupakan kebijakan tepat untuk mulai mengukir rupa menawan SDM manusia Malaka.

“Asupan makanan bergizi selama kehamilan, pemeriksaan kehamilan secara periodik, proses persalinan yang standar, ASI eksklusif pasca melahirkan akan menghasilkan manusia berkualitas, baik secara fisik maupun psikis”.

Anak yang lahir dalam keadaan jiwa dan raga yang prima adalah modal dasar SDM yang berkualitas.

Modal dasar tersebut kemudian dikembangkan melalui pembentukan karakter melalui pendidikan nilai di dalam keluarga atau dalam bahasa SBS, orangtua adalah guru pertama dan utama bagi anak-anak.

Peran pendidikan formal bagi pencetakan SDM yang handal sangat dipahami oleh seorang SBS. Karena itu, berbagai upaya dilakukan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten Malaka.

Sebut saja, mendorong lahirnya kelompok bermain atau  Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD),  kemudian meningkatkan kualitasnya melalui pelatihan-pelatihan bagi para tutor atau pendidik.

Menyediakan fasilitas yang memadai, seperti kendaraan dinas bagi para guru di setiap jenjang pendidikan juga merupakan upaya SBS untuk mengukir wajah pendidikan di daerah ini demi menghasilkan SDM yang berbakat, unggul dan visibel.

Itu boleh dikatakan program jangka panjang seorang SBS untuk menghasilkan SDM yang berkualitas. Untuk jangka pendek, upaya membangun kualitas SDM juga digencarkan seorang SBS.

Untuk merealisasikan gagasannya dalam mewujudkan kesejahteraan dan kemakmuran rakyat Malaka, SBS butuh orang yang mempunyai kemampuan, yang dicirikan dengan pola pikir dan daya fisik yang baik serta memiliki kemampuan untuk memberikan jasa.

Maka setiap tahun, SBS memberikan kesempatan kepada para punggawanya untuk meningkatkan pengalaman dan pengetahuannya melalui ijin belajar dan tugas belajar. Mulai dari tenaga guru, para pegawai sampai tenaga medis dan para medis.

Pegawai yang berijazah SMA diberi ijin untuk menjutkan studi ke Perguruan Tinggi sesuai kemampuannya. Yang berijazah Strata 1 boleh melanjutkan hingga Strata 2,  bahkan Strata 3.

Tahun 2017 ada 53 pegawai yang mendapatkan ijin belajar untuk melanjutkan studi ke jenjang D3,  S1 dan S2,  dengan perincian, 22 orang D3,  17 orang S1 dan 14 orang S2.

Tahun 2018, ada 50 orang yang melanjutkan studi ke jenjang D3,  11 orang ke jenjang S1 dan 22 orang ke S2.

Sedangkan untuk tahun 2019, direncanakan, akan ada 40 orang yang melanjutkan ke D3,  4 orang S1 dan 10 orang S2.

Untuk tenaga dokter, Pemkab Malaka dibawah pemerintahan SBS mengalokasikan anggaran yang tidak sedikit untuk menghasilkan tenaga dokter spesialis.

Tahun 2018 sudah ada 3 dokter yang sementara belajar di Universitas Udayana Denpasar dan Universitas Airlangga Surabaya untuk spesialis Radiologi dan Anastesiologi.

Tahun 2019 ini,  Pemerintah Kabupaten Malaka akan mengirim lagi 3 dokter untuk mengambil spesialis di Universitas Udayana dan Universitas Hasanudin Makasar.

SBS punya mimpi dalam mengukir wajah dunia pendidikan dan SDM di Kabupaten Malaka. Bahwa suatu hari nanti, rakyat Malaka adalah rakyat yang cerdas mengolah diri dan alam Malaka untuk memperoleh kesejahteraan dan kemakmurannya. Bahwa suatu hari nanti, rakyat Malaka akan dilayani oleh orang-orang handal yang berkualitas.

Itu mimpi SBS dan mimpi kita semua. Akankah menjadi kenyataan? Jawabannya ada pada diri kita masing-masing.*(bersambung)