Mengintip Konsep Pembangunan Kesehatan Bersama SBS Melalui PML

oleh -288 views

(Catatan Harian Seorang Jurnalis)
John Germanus Seran — Wartawan LikuraiOnline.com

Ketika dipercaya rakyat Kabupaten Malaka untuk memimpin daerah ini, Bupati Malaka dr. Stefanus Bria Seran, MPH (SBS) mencetuskan Lima Program Utama pembangunan di Kabupaten Malaka, salah satunya adalah Peningkatan Pelayanan Kesehatan.

Ada beberapa konsep pro rakyat yang diangkat SBS dalam kaitannya dengan program peningkatan pelayanan kesehatan ini. Sebut saja, antara lain, pelayanan kesehatan gratis bagi semua rakyat Malaka, Revolusi KIA dan program Peeformance Management and Leadership (PML).

Dalam Catatan Harian Seorang Jurnalis kali ini, kita coba mengintip konsep pembangunan di bidang kesehatan bersama sang SBS melalui PML.

Pada suatu kesempatan, SBS mengungkapkan, jika Performance Management and Leadership (PML) adalah oleh-oleh yang ia bawa dari almamaternya, Harvard University School of Public Health, Boston, Amerika Serikat.

Menurut SBS, konsentrasi dari program PML ini ada pada tampilan dan kekuatan dalam kepemimpinan untuk menghasilkan output yang baik di bidang kesehatan.

Konsep PML merupakan sebuah hasil yang diperoleh karena kekuatan tata kelola yang berasal dari jiwa kepemimpinan yang kuat dan terorganisir secara baik, yang dapat diterapkan untuk menghasilkan output yang bagus dan signifikan di bidang kesehatan.

Falsafah dari PML ini sangat sederhana dan runut, yakni melihat secara langsung, menilai apakah baik atau tidak, suka atau tidak suka, mau menjadi seperti itu atau tidak, kalau mau seperti itu apa dan bagaimana melakukannya sehingga bisa menjadi baik seperti itu.

Penerapannya, dibutuhkan panutan yang dalam konteks ini disebut Sister.

Sister tersebut dianggap telah mencapai tingkatan tertentu yang dianggap baik dalam hal pelayanan yang berkualitas kepada masyarakat.

Tetapi sebelum menemukan Sister tersebut, Pemkab Malaka dibawah pimpinan SBS terlebih dahulu berkonsultasi dengan dunia akademisi yang dianggap lebih cakap dalam urusan ini.

Maka digandenglah Pusat Kebijakan dan Manajemen Kesehatan (PKMK), Fakultas Kedokteran, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.

Kemudian, atas pandangan dan saran PKMK FK UGM tersebut, didaulatlah Dinas Kesehatan Kulon Porogo, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) bersama Puskesmas-Puskesmasnya untuk menjadi Sister bagi Dinas Kesehatan Kabuptrn Malaka dan Puskesmas-Puskesmasnya.

Sejak tiga tahun lalu, program PML ini berjalan. Dinas Kesehatan Kabupaten Malaka bersama puskesmas-puskesmasnya secara bergilir datang ke sisternya di Kulon Progo untuk melihat sendiri apa yang sudah dicapai Sister Kabupaten Kulon Progo bersama puskesmas-puskesmasnya.

Setelah melihat yang baik itu, mereka juga ingin memgagumi dan memutuskan untuk memperoleh yang baik itu. Maka tanpa rasa sungkan mempelajari cara-cara bagaimana bisa memperolehnya.

Sister di Kulon Progo juga tidak tinggal diam. Sang Sister, tanpa merasa terbenani, meluangkan waktunya untuk datang ke ujung timur negeri ini untuk mendampingi ‘adik’nya dalam mempersiapkan sesuatu untuk menjadi baik.

Hasilnya tidak memgecewakan. Hari demi hari, Dinkes Malaka dan puskesmas-puskesmasnya semakin mendekati apa yang baik menurut standar payanan kesehatan sebagai fasilitas kesehatan tingkat pertama.

Enam Belas dari Dua Puluh Puskesmas yang ada di Kabupaten Malaka telah terakreditasi. Sementara, Empat yang lainnya sedang dalam proses ke arah itu. Ini berarti kualitas pelayanan kepada masyarakat semakin baik sesuai standar yang ada.

SBS, sebagai pemimpin yang punya latar belakang akademis di dunia kesehatan tentu tahu betul apa yang harus dilakukan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi maayarakat yang dipimpinnya. Dan SBS sudah melakukan itu.

Mari dukung SBS dalam upayanya untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat Malaka, termasuk pelayanan di bidang kesehatan*(john germanus)