Pemkot Kupang dan Bank NTT Gagas Pembayaran Pajak Lewat Aplikasi mPOS

oleh -60 views

Kupang,LikuraiOnline.com– – Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang dan PT. Bank Pembangunan Daerah Nusa Tenggara Timur (Bank NTT) terus melakukan perubahan dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat NTT.

Terbaru, Pemkot Kupang dan Bank NTT siap merealisasikan sistem pembayaran pajak secara online melalui aplikasi mPOS.

mPOS merupakan sistem aplikasi pembayaran transaksi atas pajak daerah dengan sistem online. Sedangkan perangkat yang digunakan untuk aplikasi mPOS ini menggunakan Tapping Box.

“mPOS itu adalah perangkat sistem aplikasi pembayaran transaksi atas pajak daerah. Nanti kita menggunakan tapping sistem sebagai alat perekam data yang akan dipasangkan pada obyek pajak,” jelas Kepala Sub Bidang Perhitungan dan Penetapan, Badan Pendapatan Daerah Kota Kupang, Antonius Ailet, Rabu (2/9/2020).

Ia menjelaskan, alat perekam atau Tapping sistem ini disediakan oleh pihak Bank NTT. Dan rencananya pada Kamis, 3 September 2020 akan dilakukan serah terima dari Bank NTT.

“Kamis, (3/9/2020) diadakan serah terima alat perekam transaksi dari Bank NTT kepada Pemkot dalam hal ini Badan Pendapatan Daerah Kota Kupang,” katanya.

Menurut Toni, ada 200 Tapping Box yang akan dipasang pada obyek pajak resto, hotel, tempat hiburan dan parkir. Namun untuk tahap awal akan dipasangkan pada 10 obyek pajak restoran di kota Kupang.

“Nanti dalam minggu ini, mulai pemasangan sistem pelaporan pajak online pada 10 obyak pajak restoran. Obyek pajak itu antara lain Saripitaka Kolhua, Saripitaka Oeba, Bakso Ria, Resto Baba Nyoo, Persada, Sederhana, Bundo Kanduang, Sukarame, Dapur Cha Cha, Bambu Kuning dan Bakso Yono. Sedangkan ada dua yang sudah terpasang yaitu Bakso Ratusari dan Depot Nan,” jelas Toni.

Ia menambahkan, sesuai arahan dari Kepala Badan Pendapatan Daerah Kota Kupang, I Waya Ari Wijana Putra, dengan menerapkan sistem online pajak daerah ini dapat meminimalisir kehilangan potensi pajak daerah dengan transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan pajak. Selain itu, menjadi penopang pendapatan asli daerah.

“Inovasi pajak online ini, merupakan bagian dari program bapak Walikota Kupang untuk meningkatkan kemajuan Kota Kupang ke arah kota yang smart city, sebagai bagian dari gerakan Ayo Terus Berubah,” kata Toni.

Sebelumnya, Bank NTT berencana akan bersinergi dengan Pemkot Kupang pada transaksi yang meliputi BPATB, Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), termasuk sembilan pajak daerah seperti retribusi hotel, restoran, reklame, parkiran, maupun badan usaha lainnya.

Penandatanganan kerja sama itu dilaksanakan pada Senin (17/2/2020) silam di Hotel Swiss Bellin Kristal Kupang, yang dihadiri unsur Forkompinda Kota Kupang dan jajaran dari Bank NTT.

Plt. Dirut Bank NTT, Harry Alexander Riwu Kaho yang saat itu menjabat sebagai Direktur Pemasaran Dana menjelaskan, pihaknya akan mensuport Pemerintah Kota Kupang dalam urusan peningkatan pendapatan sesuai dengan target yang telah ditetapkan.

“Jika targetnya Rp 200 Miliar, maka dengan tata kelolah keuangannya mementingkan akuntabilitas, transparan dan valid, pastinya optimis bisa sampai,” jelasnya.

Sebagai Bank Daerah, kata Riwu Kaho, Bank NTT punya tugas membantu Pemda dalam urusan peningkatan kontribusi yang berdampak pada penerimaan daerah. Untuk itu, dia mengharapkan agar segera direalisasikan.

“Bank NTT sudah sangat siap dari sisi edukasi dan pendampingan. Software dan hardware juga siap,” ungkap mantan Kepala Divisi Treasury ini.

Sementara Wali Kota Kupang, Jefirtson Riwu Kore mengatakan transaksi non tunai sangat baik untuk mencegah kebocoran anggaran, termasuk menutup peluang oknum-oknum yang menyimpang dari aturan.

“Intinya kita menutup semua peluang untuk terjadinya korupsi di Kota Kupang. Apalagi kalau transaksi non tunai, pemerintah lebih dipermudah,” tegas mantan anggota DPR RI dua periode ini.

Dia juga optimis bahwa jika transaksi non tunai berjalan dengan baik, maka target PAD untuk tahun 2020 yakni Rp200 Miliar bisa tercapai, bahkan terlampaui.

“Terima kasih Bank NTT yang sudah mau bekerja sama. Mari, semua pihak perlu dukung agar dapat berjalan dengan baik,” pintanya.

Sistem pembayaran pajak secara online di Bank NTT ini nantinya bukan hanya digunakan di Kota Kupang, melainkan untuk seluruh Kabupaten/Kota di NTT. (NusataOnline/User)