WKRI DPD Keuskupan Atambua Salurkan Bibit Tanaman Bagi Masyarakat

oleh -245 views

Malaka, Likuraionline.com–Organisasi Kemasyarakatan Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Keuskupan Atambua memberikan bantuan bibit untuk masyarakat di Desa Fahiluka dan Naimana di Kecamatan Malaka Tengah, Kabupaten Malaka, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Minggu 9/1/2022.

Sementara untuk Kabupaten Malaka sendiri yang menjadi Desa dampingan Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) DPD Keuskupan Atambua yakni Desa Fahiluka, Naimana dan Wederok.

Pembagian bibit berupa bibit jagung dan bibit labu ini sebagai bentuk pemulihan ekonomi bagi masyarakat terdampak badai siklon tropis Seroja yang terjadi beberapa waktu lalu di Kabupaten Malaka.

“Ini merupakan program perdana dari dana solidaritas dimana Keuskupan Atambua merupakan pilot projects untuk bantuan pasca bencana,”ujar Ketua Presidium WKRI DPD Keuskupan Atambua Agustina Asa.

Lanjutnya, tahun lalu pada saat terjadi bencana pihaknya sudah mengambil beberapa wilayah terdampak untuk dijadikan sebagai sampel.

Masih menurut Agustina benih yang diberikan dapat membantu meningkatkan kesejahteraan ekonomi keluarga. Selain itu bisa juga untuk menambah kebutuhan makanan setiap hari. Dan bibit labu semoga bisa memperbaiki gizi keluarga.

“Hasil dari bibit jagung kami akan beli kembali karena kita sudah bekerjasama dengan toko untuk menyalurkan produk jagung ini.

Sementara kalau untuk labu kita tidak beli. Itu untuk konsumsi keluarga saja,”ungkapnya.

Dirinya berharap agar masyarakat bisa memanfaatkan 58 kg jagung dan 58 bungkus labu untuk ditanam di pekarangan setiap keluarga.

Dikatakannya, terkait dengan pola pendampingan kedepan pihaknya akan menyiapkan tenaga fasilitator untuk setiap desa sebanyak 6 orang yang diambil dari masyarakat setempat dan ditambah dengan panitia.

“Kami akan mengambil dari masyarakat setempat dan ditambah dengan panitia.

Dan kami utamakan kaum perempuan karena organisasi ini untuk perempuan sehingga kami mau memberdayakan perempuan,”jelasnya.

Pihaknya juga menegaskan bahwa pada proyek ini tidak dilakukan sistem ijon. “Kami tidak mau sistem ijon. Karena kami mau menghargai orang bekerja dengan harga yang layak di pasaran,”katanya.

Sementara itu Anggota Presidium 1 WKRI DPD Keuskupan Atambua Elisabeth Botha Bria Seran mengatakan pembagian bibit ini merupakan salah satu kegiatan dari WKRI dalam rangka menanggulangi korban pascah badai siklon tropis Seroja beberapa waktu lalu.

“Salah satunya itu adalah pembagian bibit jagung dan labu. Ini dimaksudkan agar lahan yang ada di masyarakat korban bencana bisa dimanfaatkan.

Ia melanjutkan setelah itu pada saat panen nanti WKRI juga yang akan membeli kembali hasil yang masyarakat peroleh dari bibit yang diberikan tersebut.

“Sehingga kita memberikan arahan kepada masyarakat untuk jangan menjual dengan sistem ijon. Tetapi biarkan sampai panen dengan harga yang baik kami akan membeli,”kata mantan Ketua DWP Kabupaten Malaka ini.

Mantan Ketua DWP Kabupaten Malaka ini berharap dengan pembagian bibit ini juga bisa membantu perekonomian masyarakat akibat dari badai Seroja kemarin.

“Mudah-mudahan ini menjadi salah satu pemicu saja dari kami WKRI kepada masyarakat biar ini menjadi motivasi untuk bisa menanam di lahan yang sudah ada,”harap Elis Botha Bria Seran.

Selain itu juga, sebut Elis Botha dari WKRI juga akan melakukan healing pendampingan dengan membuat semacam animasi untuk pendampingan terhadap kelompok orang tua, remaja dan anak-anak.

Salah satu Anggota Wanita Katolik Republik Indonesia, Maria Febronia Tahu mengucapkan terimakasih kepada WKRI DPD Keuskupan Atambua karena semenjak dari awal terjadinya banjir mereka sudah datang dengan berbagai bantuan mulai dari sembako sampai dengan bibit.

“Hasil dari kepedulian dari WKRI kami sudah rasakan,”ujar Nia Tahu seusai menerima bibit dari WKRI.

Lanjut Anggota WKRI Cabang Fahiluka ini bahwa kedepannya lagi WKRI juga akan melakukan penyuluhan-penyuluhan kepada masyarakat sesuai dengan apa yang sudah disiapkan. (Gonza).

No More Posts Available.

No more pages to load.