Vaksinasi di Kabupaten Malaka Mencapai 69,25 Persen

oleh -294 views
Pelaksana Tugas (PLT) Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malaka, dr. Lina Sembiring

Malaka, Likuraionline.com–Cakupan vaksinasi Covid 19 dosis pertama di Kabupaten Malaka mencapai 69,25 persen dari sasaran target vaksin sesuai sasaran yang ditetapkan Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) sebanyak 136.057 orang.

Hal tersebut dikatakan oleh Pelaksana Tugas (PLT) Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malaka, dr. Lina Sembiring saat dikonfirmasi media ini, Sabtu 22 Januari 2022.

“Cakupan vaksin covid di Kabupaten Malaka per tanggal 21Januari 2022 mencapai 69,25 persen. Sedikit lagi sudah mencapai target 70 persen,”tulis dr. Lina melalui pesan WhatsAppnya.

Ia menjelaskan, sasaran vaksinasi covid 19 di Kabupaten Malaka sebanyak 136.057 tersebut berdasarkan data dari Pusat Data dan Informasi (Pusdatin).

“Sasaran vaksinasi yg ditetapkan oleh pusdatin utk malaka sebesar 136.057 org,”tulisnya lagi.

Karena cakupan vaksinasi belum mencapai 70 persen maka ia berharap agar masyarakat Kabupaten Malaka yang belum sama sekali menerima vaksin dosis pertama untuk segera ke Puskesmas terdekat untuk menerima vaksin.

“Vaksin kan bertujuan untuk memberi kekebalan spesifik terhadap penyakit tertentu sehingga suatu saat kalau terpapar penyakit tersebut maka hanya alami gejala ringan.

“Sehingga dengan mendapatkan vaksinasi covid 19 akan menjaga produktivitas dan mengurangi dampak sosial juga ekonomi. Karena dapat membentuk suatu kekebalan kelompok (herd immunity,Red).

“Untuk itu kita membutuhkan kerjasama seluruh masyarakat Malaka untuk melakukan vaksinasi agar terbentuk kekebalan kelompok untuk Desa/Kecamatan masing-masing dan Kabupaten Malaka pada umumnya,”jelas dr. Lina Sembiring.

dr. Lina menyebutkan dalam proses vaksinasi memang pada awalnya mengalami kendala untuk penginputan data sehingga berpengaruh terhadap cakupan vaksinasi.

“Kendala yang kita hadapi ada beberapa yaitu jaringan internet tidak ada di beberapa Puskesmas. Petugas penginput yang kurang karena merangkap sebagai petugas pemberi pelayanan. Dan NIK yang tidak valid sehingga tidak bisa diinput dalam sistem Pcare,”sebut dr. Lina.

Ia melanjutkan untuk mengatasi kendala-kendala yang dihadapi tersebut pihaknya meminta untuk setiap Puskesmas mencatat data vaksinasi secara manual.

“Untuk tindaklanjutnya kita minta untuk Puskesmas mencatat secara manual lalu dibawa ke tempat yang ada jaringan internet baru menginput. (Gonza).

No More Posts Available.

No more pages to load.