Kondisi Mantap Jalan Nasional di  NTT Mencapai 94 Persen

oleh -1.007 views
Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) NTT, Agustinus Djunianto,ST.,MT

Kupang,LikuraiOnline.com—Balai Pelaksanan Jalan Nasional NTT terus membenahi jalan Nasional  dan Jembatan di NTT. Total  panjang Jalan  Nasional yang ditangani Balai Pelaksana Jalan Nasional di NTT sepanjang 1.857,91 kilo meter, sementara jumlah jembatan yang ditangani sebanyak 551 buah dengan total panjang 10.980,6 meter.

Hingga akhir bulan Desember 2021 Kodisi mantap Jalan Nasional yang ditangani BPJN NTT sebesar 94,49 persen.

Sementera kondisi jalan Nasional yang tidak mantap sebesar 5,51 persen.

Sebanyak 426 jembatan sepanjang 8.841 meter dalam kodisi mantap sedangkan 125 jembatan sepanjang 2.139 meter kodisinya tidak mantap sehingga perlu dilakukan penanganan kedepan.

Demikian disampaikan Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) NTT, Agustinus Djunianto,ST.,MT kepada wartawan LikuraiOnline.com.

Ia menjelaskan, selain menangani Jalan Nasional di NTT yang tersebar di Pulau Timor, Flores, Sumba, Alor, Rote Ndao dan Sabu Raijua, BPJN NTT juga menangani jalan strategis nasional di wilayah perbatasan RI-RDTL  sektor Timur mulai dari Motaain di Kabupaten Belu hingga Mota Masin di Kabupaten Malaka sepanjang 179,9 kilo  meter dan perbatasan RI-RDTL sektor barat mulai dari  Kabupaten TTU hingga Oepoli Kabupaten Kupang sepanjang 147,4 kilo meter.

BPJN NTT juga menangani jalan strategis Nasional di Flores khususnya di Labuan Bajo – Terang – Kadindi sepanjang 141,291 kilo meter dan Labuan Bajo- SP. Nalis-SP. Kanari-SP.Kanari Tanamori sepanjang 25 kilo meter.

Mantan Kasatker BPJN Wilayah II ini menjelaskan, Realisasi fisik pembangunan jalan dan jembatan di NTT pada Tahun Angggaran 2022 sebesar 16,31 persen. Sementara realisasi keuangan 5,91 persen.

Djunto menjelaskan, pada tahun anggaran 2022,  alokasi dana untuk enam Satker di BPJN NTT yang meliputi Satker PJN I, Satker PJN II, Satker PJN III, Satker PJN IV, Satker PJN P2JN dan Satker SKPD sebesar Rp.1,9 Triliun dengan rincian sebagai berikut, alokasi anggaran untuk Satker P2JN sebesar Rp. 53,699  Miliar, Satker PJN I sebesar   Rp. 228,867 Miliar, 517 Miliar, Satker PJN III sebesar Rp.905 Miliar, Satker PJN IV Rp.147 Miliar dan Satker SKPD sebesar Rp.5,84 miliar.

“Anggaran ini dialokasikan ke masing-masing Satker adalah pagu Angaran tahun 2022. Namun terkontrak tentu tidak sebesar pagu anggaran,”kata Djunto.

Mantan Kasatker PJN  IV ini menambahkan, BPJN NTT juga sedang menangani lima paket Multi Years Contrac (MYC) yang mulai pelaksanaan pada tahun 2021 silam.

Lima paket MYC dimaksud adalah paket pembangunan Jalan Henes – Dafala – Laktutus di Jalan Strategis Nasional Perbatasan Sektor Timur. Preservasi Jalan Baranusa – Kabir di Kabupaten Alor, Preservasi Jalan Oesapa Kota Kupang – Batas Kota Soe, Kabupaten TTS. Pembangunan Jalan Nunpo – Haumeniana – Inbate – Napan di Kabupaten TTU,  Preservasi Jalan Waijarang – Balawuring di Kabupaten Lembata.

“Progres lima paket MYC terhadap tahun anggaran sebagai berikut, Preservasi Jalan Oesapa Kota Kupang – Batas Kota Soe, Kabupaten TTS progresnya 23,4 persen,  Preservasi Jalan Baranusa – Kabir di Kabupaten Alor progresnya 43,12 persen, Pembangunan Jalan Nunpo – Haumeniana – Inbate – Napan di Kabupaten TTU progress fisiknya 15,9 persen.

Pembangunan Jalan Henes – Dafala – Laktutus di Jalan Strategis Nasional Perbatasan Sektor Timur progress fisiknya 28,03 persen dan Preservasi Jalan Waijarang – Balawuring di Kabupaten Lembata pprogres fisiknya 30,01 persen,”kata Djunto.

Ia mengatakan, masih ada sejumlah paket pembangunan jalan yang belum terkontrac karena masih dalam proses lelang. Paket-paket pembangunnan jalan yang belum terkontrac ada satu paket Survei dan pemetaan di Balai, dua paket di Satker P2JN dan dua paket di PJN II dan satu paket di PJN III.

“Paket-paket ini belum terkontrak karena masi dalam proses lelang di BP2JK NTT. Sementara di PJN III sudah selesai lelang sehingga tinggal tandatangan kontrak,”katanya.  (Yulius Seran)

No More Posts Available.

No more pages to load.