Kantor Pertanahan Kabupaten Malaka Bagi Sertifikat Untuk Masyarakat

oleh -218 views

Malaka, Likuraionline.com–Kantor Badan Pertanahan Kabupaten Malaka membagikan sertifikat tanah melalui program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) tahun 2021.

Sertifikat tanah tersebut dibagikan secara langsung kepada masyarakat di kantor Desa masing-masing. Dimana sebanyak 323 Kepala Keluarga di Desa Bereliku dan 248 Kepala Keluarga di Desa Wederok.

“Sertifikat tanah yang kita bagikan sebanyak 571 dimana sebanyak 323 untuk Desa Bereliku dan 248 di Desa Wederok,”ujar Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Malaka, Beci Salomi Dopong,S.SiT saat dikonfirmasi, Senin 25/1/2022.

Dikatakannya, terkait dengan pembagian sertifikat untuk tahun 2021 di Kantor Pertanahan Kabupaten Malaka ada kegiatan Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL), kegiatan Redistribusi Tanah (Redis) dan kegiatan Lintas Sektor (Lintor).

“Untuk kegiatan PTSL sendiri pada tahun 2021 itu kita dapat target 4.180 sertifikat. Dan tahun 2021 per (31/12/2021) kita sudah selesaikan sebanyak 4.180 sertifikat.

Untuk kegiatan Redistribusi Tanah 408 sertifikat dan kegiatan Lintas Sektor 300 sertifikat,”ujar Beci Salomi Dopong.

Dari tiga kegiatan yang berakhir dengan penerbitan sertifikat dimaksudkan agar masyarakat dapat memperoleh kepastian hukum atas bidang-bidang tanah yang mereka miliki.

Sertifikat yang diberikan diharapkan dapat meningkatkan ekonomi masyarakat dengan cara sertifikat yang diterima dapat dianggunkan di Bank sebagai jaminan untuk melakukan pengkreditan.

“Pada saat pembagian sertifikat juga kita menjelaskan kepada mereka bahwa sertifikat yang digadaikan juga harus benar-benar diperuntukkan untuk usaha.

Karena tujuan dari Pemerintah untuk meningkatkan ekonomi masyarakat,”jelas Beci Salomi Dopong.

Sementara program tahun 2022 Beci menyebutkan untuk kegiatan PTSL juga masih dilaksanakan dengan target 3.500 sertifikat.

Untuk kegiatan Redis 700 sertifikat. Dan Lintor untuk tahun 2022 tidak diprogramkan.

“Namun kita ada satu kegiatan tambahan yakni Gugus Tugas Reforma Agraria. Kegiatan ini tidak menghasilkan sertifikat.

Tetapi tujuan dari kegiatan ini adalah dari kegiatan Redis yang menghasilkan sertifikat itu akan dijadikan wilayah atau lokasi usaha atau lokasi model.

“Dan apabila tanah-tanah yang sudah disertifikatkan mereka bisa melakukan usaha-usaha apa saja yang dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat disitu. Usaha yang dimaksud berupa dalam bidang pertanian, perikanan,”jelasnya.

Sementara itu Kepala Desa Bereliku Yosep Lebo mengatakan dengan adanya program sertifikat tanah ini sangat menguntungkan masyarakat pemilik lahan sehingga hak kepemilikannya lebih jelas berdasarkan sertifikat yang ada.

Lanjut Yosep Lebo, selain kejelasan kepemilikan tanah bagi masyarakat juga sebagai jaminan di Bank bagi masyarakat yang ingin melakukan kredit.

“Jadi tujuan dengan adanya pembagian sertifikat ini untuk menertibkan sertifikat. Berarti mencegah terjadinya konflik senketa tanah.

Apabila sertifikat jelas masalah senketa tanah antara kedua pemilik yang memiliki sertifikat berarti ini sudah meringankan tugasnya kepala Desa,”ujarnya.

Tambah Yosep Lebo menjelaskan, pembagian sertifikat tanah di Desa Bereliku hari ini sebanyak 323 sertifikat.

“Artinya di Desa Bereliku hampir 95 persen masyarakat memiliki sertifikat,”jelasnya.

Ia menambahkan dalam proses pengukuran tanah oleh Pertanahan apabila terdapat konflik tentunya sertifikat tidak bisa dikeluarkan. Sehingga proses penyelesaian harus melalui tahapan-tahapan.

Apabila pada saat pengukuran tidak terdapat konflik maka sertifikat akan keluar dan dapat diterima oleh masyarakat,”ungkapnya Yosep Lebo.

Untuk diketahui, hingga saat ini Kantor Pertanahan Kabupaten Malaka masih membagikan sertifikat kepada masyarakat di setiap Desa yang belum menerima. (Gonza).

No More Posts Available.

No more pages to load.