Wakil Menteri  Lingkungan Hidup dan Kehutanan Tanam Mangrove di Kota Kupang

oleh -51 views

Kupang,LikuraiOnline.com—Wakil Menteri (Wamen) Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI Dr. Alue Dohong didampingi Kepala Dinas Kehutanan Provinsi NTT dan Kepala BPDASHL Banain Noelmina Bambang Hendro  menanam anakan mangrove di pantai Oesapa, Kelurahan Oesapa, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang, Provinsi NTT, Selasa, 23 November 2021.

“Hari ini kita menanam anakan mangrove di pantai Oesapa, Kelurahan Oesapa, Kota Kupang di lahan seluas 8 Hektar dengan jumlah pohon mangrove yang akan ditanam sebanyak 5000 pohon mangrove,”kata Wamen Alue Dohong kepada wartawan usai menanam anakan mangrove di pantai Oesapa.

Wamen menjelaskan, karena lokasi penanaman mangrove di Oesapa Kota Kupang berpasir sehingga pola penanaman yang digunakan adalah pola rumpun  berjarak dimana satu lobang ditanam lima hingga enam anakan mangrove.

“Di lokasi Oesapa ini sedikit mengalami kendala karena lokasi berpasir. Untuk itu  pola penanaman yang cocok untuk lokasi ini adalah rumpun berjarak. Satu lubang ditanam lima hingga enam anakan mangrove. Pola penaman rumpun berjarak bertujuan untuk menahan sedimen pasir yang terbawa dari sungai,”katanya.

Ia menjelaskan, untuk mencegah pasir masuk kearea penanaman  mangrove perlu dibangun break water (pemecah gelombang) agar menghalangi pasir yang akan masuk ke area penanaman mangrove.

Wamen menguraikan, pada tahun 2021, pihaknya bersama Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM) melakukan penanaman mangrove di lahan seluas 200 hektar di Kabupaten Sumba Timur. Sedangkan di Kota Kupang ditaman dilahan seluas 8 hektar.

“Tujuannya untuk memperbaiki atau merehabilitasi kembali mangrove yang mengalami degredasi,”ungkap Wamen.

Ia menguraikan, Pemerintah secara Nasional telah menargetkan hingga tahun 2024 mendatang penanaman anakan mangrove sebanyak 630 ribu hektar di seluruh Indonesia.

Ia menambahkan, selain menanam mangrove, Pemerintah juga mendorong untuk melakukan upaya rehabilitasi hutan dan lahan di daerah-daerah up line khususnya di kawasan hutan dan daerah-daerah konservasi yang mengalami degradasi.

Ia menguraikan, pada tahun anggaran 2021, Pemerintah Pusat mengalokasikan dana sebesar Rp.113 Miliar ke BPDASHL Banain Noelmina. Alokasi Dana tersebut untuk pengadaan anakan mangrove, produksi bibit, pemulihan lahan kritis dan lain sebagainya.

“Kita juga membangun yang namanya kebun bibit desa (KBD) dimana satu KBD berkapasitas 20 ribu bibit yang langsung dikelola oleh Pemerintah Desa tersebut,”kata Wamen

Wamen mengatakan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan melalui BPDASHL NTT membangun persemaian modern berkapasitas 5 juta bibit pertahun di Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi NTT. Keberadaan persemaian modern itu tidak hanya untuk mensuplay bibit tetapi juga berfungsi sebagai pusat Eco Edu Toursm.

“Ketika wisatawan yang berkunjung ke Labuan Bajo bisa datang melihat persemaian bibit modern dengan technology.

Harapannya bibit-bibit hasil produksi dari persemaian modern tersebut didistribusi untuk merehabilitasi hutan dan lahan yang kritis di NTT.

Bibit yang dihasilkan tidak saja tanaman hutan tetapi juga bibit tanaman hasil hutan bukan kayu ,”ungkap Wamen. (Penulis : Yulius Seran)

No More Posts Available.

No more pages to load.