Wakil Menteri LHK Tinjau Persemaian Bibit Permanen di Kota Kupang

oleh -58 views

Kupang,LikuraiOnline.com– Wakil Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Dr. Alue Dohong didampingi Sekda NTT Ir. Ben Polo Maing dan Kepala BPDAS HL Banain Noelmina, Bambang Hendro serta rombongan meninjau Persemaian Bibit Permanen milik BPDAS HL Banain Noelmina di Kelurahan Fatukoa Kecamatan Maulafa Kota Kupang Provinsi NTT pada Rabu, 24 November 2021.

Kepada wartawan usai memantau tempat persemaian parmanen milik BPDAS HL mengatakan, bibit yang disemaikan di Persemaian Permanen Fatukoa  sebanyak 900 ribu bibit  dalam setahun.

Dikatakan, penyediaan bibit yang ada dalam persemaian itu berupa komoditas hutan dan multy purpose tree species (MPTS) atau tanaman produksi seperti buah-buahan termasuk mente dan lain sebagainya.

“Bibit yang ada dipersemaian ini kita distribusi secara gratis kepada masyarakat. Masyarakat yang ingin mengambil bibit untuk menanam tinggal membawa KTP. Setiap KTP bawa pulang 25 anakan ,” kata Wamen didampingi Kepala Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS) dan Hutan Lindung Benain Noelmina, Bambang Hendro.

“Setiap tahun kita supplay 900 ribu anakan dari Persemaian Permanen Fatukoa  kepada masyarakat dan bisa diambil secara gratis hanya foto copy KTP saja.

Tadi saya lihat di lokasi ini ada bibit mente, pohon salam, kelor, jambu mente dan lain sebagainya. Dan harapan kita harus ditanam supaya menumbuhkan hutan di NTT,”ungkapnya.

Lebih lanjut kata dia, di persemaian Fatukoa juga ada tanaman beringin. Pohon beringin sangat cocok untuk menahan tanah yang longsor karena perakarannya sangat kuat.

“Untuk daerah pinggir aliran sungai dan daerah tebing yang rawan longsor sangat cocok untuk kita tanam beringin supaya bisa menahan tanah,”ucapnya.

Sementara itu Kepala Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS) dan Hutan Lindung Benain Noelmina, Bambang Hendro mengatakan, ada 19 jenis bibit yang dikembangkan di lokasi Persemaian Permanen Fatukoa.

“Disini kita lagi kembangkan 19 jenis bibit baik tanaman produksi maupun komoditas hutan dilahan seluas satu hektare,”ungkapnya.

Dikatakan, BPDAS HL Benain Noelmina menyediakan tanaman kayu-kayuan maupun tanaman yang berproduktif.

Dan ada dua pola yang diterapkan yakni agroforestri adalah penggabungan antara tanaman kayu-kayuan dengan tanaman buah.

Diharapkan dengan adanya tanaman kayu-kayuan dapat menampung air dan mencegah terjadi longsor.

Untuk diketahui bahwa akibat badai Seroja yang menerjang NTT bulan April 2021 lalu banyak infrastruktur yang rusak namun semua fasilitas itu sudah diperbaiki. (Yuzer)

No More Posts Available.

No more pages to load.