Tahun Ini, BPJN NTT Alokasikan RP.10 Miliar Untuk Penanganan Longsor di Jalan Sabuk Merah

oleh -503 views
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 2.5 Zulkifli Arif.

Kupang, LikuraiOnline.com–Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) NTT melalui Satuan Kerja (Satker) Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah II mengalokasikan Dana Rp.10 Miliar pada Tahun Anggaran 2021 untuk penanganan longsor di Jalan Sabuk Merah Perbatasan Sektor Timur ruas Dafala-Laktutus-Motamasin.

Dana Rp.10 Miliar tersebut untuk penanganan satu titik longsor di KM 159 dari arah Motaain menuju Motamasin, Kabupaten Malaka.

Demikian disampaikan Kepala BPJN NTT melalui Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 2.5 Zulkifli Arif kepada wartawan Selasa, 22 Februari 2020.

Ia menjelaskan, longsor yang ditangani tahun ini merupakan longsor yang paling besar di jalan sabuk merah perbatasan sektor Timur ruas Dafala-Laktutus-Motamasin khususnya di wilayah kerja PPK 2.5.

Ia mengatakan,penanganan longsor di Jalan Sabuk Merah Perbatasan Sektor Timur menggunakan teknologi khusus karena struktur tanahnya bobonaro clay.

Hal ini dilakukan agar longsor  yang sudah dibenahi tidak mudah longsor kembali,”katanya.

Ia menambahkan, pihaknya telah memasang rambu-rambu lalulintas di setiap titik longsor yang ada di jalan sabuk merah sektor Timur.

Pasalnya jalan sabuk merah letaknya sangat strategis karena berada di wilayah perbatasan. (User)