Yayasan Pijar Timur Indonesia Akan Kunjungi Sekolah di Malaka

oleh -148 views

Malaka, Likuraionline.com--Menindaklanjuti Kesepakatan bersama Kepala Sekolah dari 15 sekolah dampingan Yayasan Pijar Timur Indonesia dalam waktu dekat tim khusus akan melakukan kunjungan sekolah.

Maksud dan tujuan kunjungan dari tim khusus kesekolah  untuk memonitoring program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) dan Menstrual Hygiene Management (MHM) apakah berjalan sesuai dengan harapan atau belum.

Direktur Yayasan Pijar Timur Indonesia (YPTI) Vincentius Kia Beda menyampaikan ini hadapan para peserta kegiatan di Hotel Ramayana, Betun,  Kamis 10/09/2020.

Dijelaskan Vincentius, manajemen sekolah dampingan pada pertemuan beberapa waktu lalu, sudah berkomitmen untuk menerapkan program STBM dan MHM.

Terhadap komitmen ini, lanjut Vincen, saat ini tim akan melakukan monitoring sekolah. Tim akan melihat secara langsung kondisi objektif apakah penerapan pola hidup sehat sudah berjalan atau belum.

“Jadi tim gunakan pola pengamatan. Apakah WC-kamar mandi tersedia atau belum.

Kalau tersedia apakah ada air, apakah ada saluran pembuangannya. Apakah ada tempat sampah, apakah ada tempat cuci tangan. Karena ini erat kaitannya dengan sanitasi lingkungan,” jelas Vincentius.

Sebelumnya, para Kepala Sekolah (Kepsek) Sekolah Dasar (SD) dan SMP khusus 15 sekolah  di Kabupaten Malaka sepakati diterapkan program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) dan Menstrual Hygiene Management (MHM) di sekolah.

Kesepakatan ini berdasarkan hasil kesimpulan dari pertemuan Koordinasi dan evaluasi pelaksanaan STBM dan MHM bagi guru dan komite SD-SMP Kabupaten Malaka yang difasilitasi Yayasan Pijar Timur yang bermitra dengan Plan Internasional Indonesia.

Direktur YPTI Vincentius Kia Beda di hadapan para peserta kegiatan di Hotel Ramayana, Betun,  Rabu (17/6) menjelaskan, kegiatan tersebut untuk mengevaluasi pelaksanaan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) dan Menstrual Hygiene Management (MHM) di sekolah yang sudah dilaksanakan selama ini.

Dalam pertemuan bersama ini, katanya, ada beberapa hal yang dibicarakan terkait dengan kesehatan di lingkungan sekolah. Hal ini berkenaan dengan pandemi covid19 dimana sangat rentan bagi para siswa.

Berkenaan dengan STBM, kata Vinsen, berkaitan dengan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat, di sekolah harus ada toilet yang berfungsi untuk laki-laki dan perempuan.

Terkait pentingnya toilet, maka Yayasan Pijar Timur Indonesia yang saat ini dipimpinnya atas kerjasama dengan Plan Internasional Indonesia dan Pemkab Malaka mendukung 15 sekolah di Kabupaten Malaka untuk pembangunan toilet di sekolah masing-masing.

Bersamaan dengan pertemuan koordinasi dan evaluasi ini, pihak yayasan dan sekolah akan memastikan apakah toiletnya sudah dibangun atau belum.

Selain itu, disepakati pula soal diaktifkan kembali Usaha Kesehatan Sekolah ( UKS ) dan Jamban Sehat. (Gonza Bria)