UPKM/CD Bethesda Yakkum Gelar Evaluasi Pelaksanaan RAD dan Perjanjian Kerjasama

oleh -518 views

Betun,LikuraiOnline.com–UPKM/CD Bethesda Yakkum menggelar kegiatan evaluasi pelaksanaan Rencana Aksi Desa (RAD) dan perjanjian kerjasama antara Pemerintah desa dengan Puskesmas pada bidang kesehatan.

Kunci keberhasilan ada pada pendampingan yg intensif membangun partisipasi dan potensi masyarakat agar mereka berdaya serta mampu meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat yang berkualitas.

Kegiatan dimaksud berlangsung selama dua hari yakni pada tanggal (14/12) bertempat di puskesmas Besikama yang dihadiri oleh perwakilan dari 6 desa dampingan di Kecamatan Malaka Barat dan tanggal (15/12) bertempat di aula susteran Ssps Betun yang dihadiri oleh perwakilan dari 6 desa dampingan di Kecamatan Weliman.

Peserta perwakilan dari 12 desa dari Kecamatan Malaka Barat dan Kecamatan Weliman terdiri atas Tim Kesehatan Desa, tim SALT, Pemerintah Desa, Tenaga Kesehatan Desa (TKD) dan perwakilan dari Puskesmas.

Demikian disampaikan Heny Pesik selaku Area Manager (AM) wilayah Malaka saat diwawancarai Likuraionline.com pada Kamis 17/12/2020.

Dikatakan Heny, evaluasi secara partisipatif atas pelaksanaan dokumen Rencana Aksi Desa di bidang kesehatan dan dokumen perjanjian kerjasama antara pemerintah desa dengan Puskesmas lebih obyektif dan menjadi gambaran para pihak terkait untuk meningkatkan pelayananan kesehatan masyarakat.

“Kunci keberhasilan ada pada pendampingan secara intensif mulai dari penyusunan rencana aksi, pemdampingan teknis pelaksanaan kegiatan pemberdayaan masyarakat untuk meningkatkan kesehatan ibu dan anak, penanganan dan pencegahan penyakit menular dan penyakit tidak menular, sanitasi total berbasis masyarakat, pengembangan potensi pangan lokal bergizi seperti kelor dan tanaman berkhasiat obat serta evaluasi secara partisipatif,”ujar Heny.

Diakui bahwa ada peningkatan pelayanan kesehatan di desa Naas, Maktihan, Besikama, Oanmane, Fafoe, Loofoun bersama puskesmas besikama.

Demikian juga dengan desa-desa yang bekerjasama dengan puskesmas weliman yakni Laleten, Leunklot, Umalawain, Wederok, Lamudur, dan Forekmodok.

Sudah ada pelayanan posbindu di 12 desa dampingan CD Bethesda, bekerjasama dengan puskesmas yang melakukan pemeriksaan medis dan kader yang melakukan pelayanan herbal.

Bahkan kini sudah ada 15 kelompok yg mengembangkan produk pangan lokal dari marungga dan ramuan herbal serta 3 kelompok yg sudah memproduksi closed.

“Jikalau 18 kelompok ini mendapat dukungan dari pemerintah desa untuk memasarkan produk kelompok melalui BUMDes maka keuntungan akan dapat dirasakan oleh banyak pihak yg ada di desa,”ungkapnya.

Dalam evaluasi peserta juga menyampaikab bahwa telah terjadi peningkatan pelayanan kesehatan di desanya karena sudah ada pelayanan posbindu, ada 6 desa yg meraih juara lomba asman Tanaman Obat Keluarga (Toga), ada 15 kelompok pengelola pangan lokal dan hetbal serta ada 3 kelompok pembuat closed. Jika semua potensi dikembangkan maka kesehatan fisik akan meningkat, kesehatan ekonomi juga tercapai dan kesehatan sosial masyarakat menjadi lebih baik.

Heny juga berharap agar pelayanan kesehatan masyarakat semakin berkualitas disertai dengan peningkatan kesehatan ekonomi masyarakat.

“Saya berharap semoga pelayanan kesehatan masyarakat semakin berkualitas dan kesehatan ekonomi masyarakat juga meningkat. Tentunya akan diikuti dengan kesehatan sosial yg lebih kondusif karena bisa produktif, harapnya di penghujung wawancara. (GONSA BRIA)