Studi Potensi Tambak Garam, BWS NT II Pantau Potensi Pesisir di Malaka

oleh -235 views

Malaka, Likuraionline.com– Dalam rangka Studi Potensi Tambak Garam di Kabupaten Malaka, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara II (BWS NT II), Direktorat Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat menggelar Pemantauan dan Sosialisasi Potensi Pesisir Malaka.

Kegiatan mengambil lokus di Desa Rabasa, Kecamatan Malaka Barat (Malabar), Rabu (24/06/2020), dan direncanakan akan berlanjut selama 3 hari ke depan di desa lain di Malaka Barat dan Malaka Tengah.

Penalaah pada Seksi Pelaksanaan pada BWS NT II, Kris Ahab, dalam kesempatan pembukaan kegiatan tersebut di Kantor Desa Rabasa, Rabu pagi (24/06/2020) mengungkapkan, kegiatan pemantauan dan sosialisasi tersebut dimaksudkan untuk mengenali potensi pesisir Kabupaten Malaka.

“Untuk mengenali potensi yang ada. Kondisi lahan seperti apa, seberapa besar kadar garamnya, kemudian bagaimana pengembangan kawasan pantai”, ungkap Kris.

Dalam studi tersebut, lanjut Kris, pihaknya akan mengumpulkan juga data dari masyarakat sekitar terkait rencana pengembagangan tambak garam industri di pesisir Kabupaten Malaka.

Bupati Malaka, dr. Stefanus Bria Seran, MPH, melalui Kepala BP4D (Bapeda)Malaka, Remigius Asa, pada kesempatan yang sama mengungkapkan, sosialisasi terkait pengembangan potensi pesisir, khususnya tambak garam industri sudah pernah dilakukan sebelumnya, bahkan sudah berulang kali dilakukan.

“Walau demikian, sosialisasi harus terus dilakukan dan tidak boleh terputus. Maksudnya, supaya pemahaman masyarakat terus terbangun dan terpelihara. Dan lagi, kalau sosialisasi itu terputus, akan mudah bagi pihak ketiga yang masuk dan merusak situasi”, ujar Remigius.

Menurut Remigius, potensi pesisir kabupaten Malaka sangat luar biasa. Namun, untuk memaksimalkan potensi yang ada perli diperhatikan 3 hal, yakni aspek hukum, lingkungan dan sosial masyarakat.

“Kami punya lahan dan tenaga. Ini kekayaan kami dan kami mengharapkan investor datang bawa modal dan teknologi untuk kelola dengan sistem bagi hasil. Ini harapan kami”, tambahnya.

Sementara, Penjabat Kepala Desa Rabasa, Agustinus Nahak mengungkapkan, atas nama masyarakat Desa Rabasa, pihaknya menyampaikan apreasiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada BWS NT II yang menetapkan Desa Rabasa menjadi lokus kegiatan.

Kegiatan pembukaan kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pemantauan ke Pilot Project tambak garam industri yang dikelola PT. Inti Daya Kencana di Wemean, Desa Rabasa.*(JoGer)