Ribuan Babi di Pulau Timor Mati Karena Virus ASF

oleh -462 views
Kepala Bidang Pembibitan dan Produksi Ternak pada Dinas Peternakan Provinsi NTT, Nadra A.Iryani

Kupang,LikuraiOnline.Com. – Ribuan ternak babi di Pulau Timor Provinsi NTT mati mendadak akibat terserang Virus African Swine Fever (ASF).

Berdasarkan data terakhir dari Dinas Peternakan Provinsi NTT, sebanyak 1.394 babi milik masyarakat yang tersebar di empat Kabupaten/Kota mati akibat virus menular ini.

Rinciannya, Kota Kupang sebanyak 221 ekor, Kabupaten Kupang 106 ekor, Timor Tengah Utara (TTU) 440 ekor dan Belu 570 ekor. Sementara kabupaten lain di NTT sampai saat ini belum memberikan laporan.

Kepala Bidang Pembibitan dan Produksi Ternak pada Dinas Peternakan Provinsi NTT, Nadra A.Iryani menjelaskan, Virus ASF menyebar melalui kontak langsung dengan binatang yang terinfeksi.

Misalnya melalui kotoran, darah, cairan tubuh, daging, maupun sisa makanannya. Penyebaran virus ini juga bisa terjadi secara tidak langsung melalui pakaian, peralatan, atau alas kaki yang terkontaminasi dengan virus tersebut.

Iryani mengaku, pihaknya sudah melakukan komunikasi intensif dengan Dinas Peternakan di 22 kabupaten/kota se-NTT agar mengimbau masyarakat (peternak) untuk menjaga beauty breathe lewat pembersihan dan sterilisasi kandang babi dan lingkungan sekitar sehingga bisa mencegah penyebaran virus ASF.

Langkah penangan lain yang sudah dilakukan yakni pengiriman sampel dan data penunjang lainnya ke untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut di laboratorium guna mengetahui dan mengatasi penyakit babi.

Ia berharap masyarakat NTT benar-benar menjaga kebersihan dan kesehatan kandang ternak babi serta memastikan agar makanan yang diberikan sesuai petunjuk dokter hewan. Sebab sampai saat ini belum ditemukan obat yang tepat untuk mengatasi virus ASF. (Marfin).