Prof.Dr.Frans Salesman, Putra NTT Pertama Yang Jadi Guru Besar Ilmu Kesehatan Masyarakat

oleh -791 views
Prof. Dr. Frans Salesman, SE, M.Kes dikukuhkan menjadi Guru Besar Ilmu Kesehatan Masyarakat dalam Rapat Senat Terbuka Universitas Citra Bangsa (UCB) Kupang, Rabu (4/3).

Kupang,LikuraiOnline.Com–Prof. Dr. Frans Salesman, SE, M.Kes dikukuhkan menjadi Guru Besar Ilmu Kesehatan Masyarakat dalam Rapat Senat Terbuka Universitas Citra Bangsa (UCB) Kupang, Rabu (4/3).

Frans Salesman adalah Guru Besar Ilmu Kesehatan Masyarakat pertama di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Pengukuhan Prof.Dr. Frans Salesman sebagai Guru Besar Ilmu Kesehatan Masyarakat berlangsung di Lantai V Kampus UCB Kupang.

Hadir pada kesempatan itu, anggota DPD RI sekaligus Ketua Yayasan Bina Citra Mandiri, Ir. Abraham Paul Liyanto, Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Emanuel Melkiades Laka Lena, Asisten I Setda Provinsi NTT, Drs. Jamaludin Ahmad, Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah VIII, Prof. Dr. I Nengah Dasi Astawa, mantan Wakil Gubernur NTT, Ir. Esthon Foenay, mantan Bupati Manggarai, Christian Rotok serta pimpinan universitas se-Kota Kupang.

Rektor UCB Kupang, Dr. drg. Jeffrey Jap, M.Kes dalam sambutan, mengatakan, NTT kembali mencetak sejarah baru dengan dikukuhkannya Frans Salesman menjadi Guru Besar di bidang ilmu kesehatan masyarakat. Yang membanggakan, Guru Besar di bidang ini lahir dari UCB.

“Ini catatan sejarah baru untuk UCB Kupang. Di usianya yang masih muda, UCB sudah melahirkan satu guru besar. Tentu ini menjadi kebanggaan bagi kami dan kebanggaan seluruh masyarakat NTT,” katanya.

Jeffrey pada kesempatan itu juga menyampaikan limpah terima kasih kepada Prof. Dr. Frans Salesma atas kontribusi beliau dalam interaksi akademik sehingga memberikan nilai tambah bagi kemajuan UCB Kupang.

Jeffrey menambahkan, pada April 2019 lalu, pihaknya menerima surat keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan untuk penggabungan dua sekolah tinggi menjadi UCB Kupang.

Kepala LLDikti Wilayah VIII (Bali dan Nusa Tenggara) Prof.Dr. I.Nengah Dasi Astawa dalam sambutannya, mengatakan, di era transformatif, salah satu hal yang harus dilakukan yakni saling menghargai antara sesama dengan mengacu pada norma-norma agama dan sosial yang berlaku. Serta siap mengikuti perkembangan zaman dengan optimisme.

Astawa menguraikan, dalam kepemimpinannya, LLDikti Wilayah VIII mengalami pencapaian yang cukup pesat yang ditandai dengan dikukuhkannya delapan orang menjadi Guru Besar. Salah satu diantaranya adalah Prof.Dr. Frans Salesman. Selain itu, ada sejumlah target lainya yang sudah ada titik terang di tahun ini.

“Pak Frans Salesman merupakan putra daerah pertama di NTT yang pecahkan rekor sebagai guru besar di bidang ilmu kesehatan masyarakat.

Ini tentu memberikan spirit tersendiri bagi para doktor dan kampus di wilayah Bali Nusra untuk mewujudkan mimpi yang sama,” terang dia.

Astawa menyebutkan, seorang Doktor atau Profesor harus benar-benar menjalankan tugas dan fungsinya melalui perencanaan yang sistematis dan terukur yang diwujudnyatakan dalam aktifitas belajar mengajar.

Mereka juga harus responsif terhadap masalah-masalah sosial dan melakukan penelitian sosial sebagai karya nyata yang memiliki dampak terhadap pembangunan, khususnya di NTT untuk menuju masyarakat yang maju dan mandiri di segala aspek.

Ia berpesan kepada para rektor agar harus memiliki kemampuan leadership yang baik dan terukur.

Menurut dia,menjadi pimpinan lembaga Perguruan Tinggi tidaklah mudah dan harus menjadi contoh untuk sesama serta harus mampu menyelesaikan setiap persoalan dengan baik.

“Tugas yang diemban harus dikerjakan dengan hati dan harus ada kerja sama dengan seluruh komponen untuk mendapatkan hasil terbaik, karena output perguruan tinggi adalah aset bagi bangsa. (Marfin).