Petani Malaka Panen 8 Ton Padi di Tengah Pandemi Covid-19

oleh -288 views

Betun, LikuraiOnline.com–Kelompok tani Irigasi Baru di Desa Laleten, Kecamatan Weliman- Kabupaten Malaka mampu mengatasi persoalan ketersediaan pangan. Pada Senin, 8 Juni 2020, sebanyak 11 (sebelas) petani yang tergabung dalam kelompok tani Irigasi Baru memanen padi kurang lebih delapan ton di atas lahan seluas satu hektar.

Ketua Kelompok Tani Irigasi Baru, Wenseslius Ulu mengatakan, pengolahan lahan pertanian irigasi seluas satu hektar yang kini dipanen tersebut mendapat dukungan dari Pemerintah Malaka melalui program prioritas yang dicanangkan Bupati Malaka dr.Stefanus Bria Seran,MPH yakni Program Revolusi Pertanian Malaka (RPM).

Bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya, hasil panen tahun ini lebih banyak. Padahal seminggu terakhir menjelang panen, intensitas curah hujan sangat tinggi yang tentunya berdampak pada rusaknya bulir padi.

“Memang curah hujan yang tinggi itu menyebabkan sejumlah tanaman padi rusak, tapi tingkat kerusakannya sangat kecil. Sehingga jumlah padi yang dipanen pun sangat banyak yakni diperkirakan bisa mencapai delapan ton,” kata Wens.

Ia menjelaskan, pola pengolahan padi yang dipanen saat ini menggunakan sistem tanam jajar legowo. Sistem ini merupakan cara tanam padi sawah dengan pola beberapa tanaman yang selingi satu barisan kosong. Tanaman yang seharusnya ditanam pada barisan yang kosong dipindahkan sebagai tanaman sisipan di dalam barisan. Ini merupakan pola tanam yang baru pertama kali dilaksanakan. Jenis padi yang ditanam melalui Program RPM yang digagas Pemerintah Malaka ada padi Ciheran-64.

“Kami sangat berterimakasih kepada para pendamping yang sudah membantu kami mulai dari proses persiapan lahan sampai panen. Kami juga berterimakasih kepada Pemda Malaka melalui program RPM sehingga dapat memudahkan kami, seperti pengolahan tanah atau penggemburan tanah secara gratis dan bantuan pupuk,” ungkap Wens.

Ia berharap, ke depan pemerintah dapat memberi bantuan mesin perontok. Memang saat ini, kelompok tani Irgasi Baru sudah memiliki satu unit mesin rontok, tapi akan mengalami kesulitan pada musim panen. Karena padi yang dipanen dalam jumlah banyak, sehingga para petani harus menunggu cukup lama untuk mendapat giliran.

“Selama ini kita atur supaya dalam kelompok ini, panennya tidak serentak pada hari yang sama,” terang Wens.

Harap Program RPM Dilanjutkan

Para petani yang tergabung dalam Kelompok Tani Irigasi Baru sangat merasakan dampak positif dari Program Revolusi Pertanian Malaka (RPM) yang digagas Bupati Malaka, dr.Stefanus Bria Seran,MPH. Karena itu mereka sangat berharap agar salah satu program prioritas utama Bupati Malaka ini tetap ada dan berkelanjutan.

“Program RPM ini sangat membantu kami selama ini, mulai dari pengolahan lahan sampai pada tahap pemeliharaan,” ujar Wens.

Ia menyatakan, memang petani juga mengeluarkan biaya, tapi jumlahnya sangat kecil. Karena saat pengolahan tanah, pemerintah menyiapkan traktor dan pemerintah membantu pupuk sesuai usia tanaman. Para petani palingan hanya membeli bahan bakar minyak untuk pengoperasian traktor dan biaya perawatan yang nilainya tidak seberapa banyak.

“Sekali lagi kami berharap agar program ini tetap ada dan berkelanjutan. Kami akan selalu mendukung program ini supaya dapat membantu masyarakat banyak. Melalui program ini stabilitas pangan di Malaka dapat terjaga,” terang Wens. (Gonza Bria)