Pemkab Malaka Gandeng YPI dan YPTI Jadikan Malaka  Sebagai Kabupaten STBM

oleh -56 views

Betun, LikuraiOnline.com–Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malaka menggandeng Yayasan Plan Indonesia (YPI) dan  Yayasan Pijar Timur Indonesia (YPTI) untuk menjadikan Kabupaten Malaka sebagai Kabupaten Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM).

Dari total 127 desa yang tersebar di 12 kecamatan di Kabupaten Malaka terdapat 13 desa yang sudah menerapkan program STBM. Diharapkan desa-desa lainnya bisa belajar pada 13 desa itu tetapi harus dibuatkan payung hukum di desa berupa Peraturan Desa (Perdes) tentang tata pola hidup sehat.

Demikian Dikatakan Direktur Yayasan Pijar Timur Indonesia (YPTI), Vinsen Kia Beda kepada wartawan kamis 8 Oktober 2020.

Dihadapan Asisten I Sekda Malaka, Zakarias Nahak, Ketua Komisi III DPRD Malaka, Felix Bere Nahak, Winner Project Provincial Coordination NTT, Denny Rahadian Vinsen mengucapkan terima kasih atas dukungan penuh dari YPI kepada Yayasan Pijar Timur Indonesia (YPTI). Pasalnya, YPTI merupakan pelaksana lapangan.

ia mengataan, program yang dilakukan berkaian dengan dengan STBM di Kabupaten Malaka fokus pada ketersediaan Water Closed (WC).

“Water Closed menjadi program prioritas. Kami terus berusaha melakukan pendampingan secara terus menerus akhirnya bisa sukses. Dengan pola pelayanan tulus dan memberi pesan untuk biasakan pola hidup baru maka keluarga-keluarga di 13 desa ini sudah menerapkan STBM,” ujar Vinsen.

Asisten I Sekda Malaka, Drs. Zakarias Nahak mengapresiasi kegiatan yang dilakukan oleh Yayasan Pijar Timur Indonesia (TPTI) di Kabupaten Malaka. Untuk itu, Pemerintah Kabupaten Malaka menyambut posetif kegiatan yang dilakukan oleh YPTI.

“Jika orang lain  mengajak warga Malaka untuk hidup bersih dan sehat maka perlu ditanggapi positif. Atas nama Pemkab Malaka saya sampaikan terima kasih buat YPI dan YPTI yang datang mengajak warga untuk biasakan hidup sehat dan bersih,” jelas Zakarias.

Kepada para kepala desa (kades), Zakarias menandaskan bahwa pemerintah mengajak semua pihak untuk mewujudkan Malaka menjadi Kabupaten STBM. Tugas kades adalah membuat Perdes soal tata pola hidup sehat sehingga tindakan ini betul-betul terjaga.

Zakarias juga mengajak semua warga Malaka untuk membuang sampah pada tempatnya. Semua warga harus berkomitmen dan berusaha agar tidak ada sampah di lingkungan masing-masing.

“Saya harapkan Dinas PUPR, PMD, Dinkes, bersama-sama bekerjasama. Bisa programkan semacam perlombaan pola hidup sehat,” kata Zakarias.

Adapun desa-desa yang sudah mendeklarasikan Desa STBM di  Malaka Jilid I  yakni Desa Wehali di Kecamatan Malaka Tengah  untuk pilar pertama yaitu stop buang air besar, Desa Wekmidar di Kecamatan Weliman, Desa Babotin Selatan di Kecamatan Botinleobele, dan Desa Naisau Kecamatan Sasitamean untuk pilar STBM.

Kemudian ditambah 9 desa deklarasi Jilid II yakni,
Desa Takarai Kecamatan Botinleobele, Desa Umutnana Kecamatan Sasitamean, Desa Raisamane Kecamatan Rinhat, Desa Lakekun dan Desa Sisi, Kecamatan Koballima, Desa Railor Tahak, Kecamatan Malaka Tengah, Desa Besikama, Kecamatan Malaka Barat, Desa Weulun Kecamatan Wewiku. (Gonza/user)