Nyaris Gagal Tanam Dan Gagal Tumbuh, Ternyata Begini Kondisi Jagung Warga Malaka Saat Ini

oleh -451 views

Betun, LikuraiOnline.com — Walau nyaris gagal tanam dan gagal tumbuh karena curah hujan yang tidak menentu ternyata jagung milik warga Malaka tumbuh dengan  suburdan mulai berbunga.

Kondisi ini membangkitkan semangat warga petani yang awalnya nyaris putus asa karena terlambat tanam jagung pada Musim Tanam Pertama (MT I).

Beberapa warga yang ditemui di bilangan Desa Weoe, Senin sore (02/03/2020) mengaku sangat senang karena kondisi ini.

“Awalnya kita pusing juga karena sampai akhir bulan Desember nyaris tidak turun hujan sehingga kita tidak bisa tanam jagung.

Padahal, kebiasaan kita di wilayah dataran Malaka ini, tahun-tahun sebelumnya bisa sudah tanam jagung di akhir Bulan November atau paling lambat awal Bulan Desember”, ujar Anderias Seran.

Sememtara pada musim tanam tahun ini, kata Anderias, mereka khawatir tidak bisa tanam jagung alias gagal tanam lantaran hujan baru turun di akhir bulan Desember.

“Tanam jagung pada awal bulan Januari ini merupakan hal baru bagi kami. Awalnya kami pikir sudah bisa tanam, tetapi akhirnya hujan datang di tutup tahun (akhir Desember, red) sehingga kami bisa tanam di awal Januari.

Nah, setelah tanam, hujan tidak teratur lagi sehingg jagung yang baru tumbuh mulai kuning. Ini buat kami pesimis lagi karena pikir jagung tidak bisa jadi”, ujarnya.

Hal yang sama ikut dirasakan Antonius Klau, warga Desa Weoe lainnya. Bagi warga yang mengaku sudah berkebun sejak 35 tahun silam ini, kondisi gagal tanam dan gagal tumbuh sangat menghantui  dirinya ketika musim panas tetap berlanjut hingga melewati pertengahan Bulan Desember.

“Awalnya kita pikir, pasti tidak bisa tanam, dan itu berarti kita akan menghadapi kelaparan besar”, ujarnya.

Tetapi rasa was-was yang dialami Anderias dan Antonius, juga ribuan warga petani lainnya kini hilang, ketika menyaksikan jagung tumbuh dengan sangat bagus di setiap bemtangan lahan pertanian, yang telah diolah gratis dengan fasilitas Revolusi Pertanian Malaka, program unggulan Bupati Malaka, dr. Stefanus Bria Seran, MPH (SBS).

Rasa khawatir akan kelaparan kini telah berganti dengan rasa optimis akan panen berlimpah, ketika melihat bulir-bulir besar mulai bermunculan di batang-batang jagung yang tumbuh kokoh.

“Terimakasih Tuhan, sudah memberkati tetes-tetes keringat kami. Terimakasih Bapak Bupati, sudah olah lahan kami gratis”, ujar Antonius sambil tersenyum.*(john germanus)