Kelompok Tenun Ikat Di Malaka Dapat Bantuan Dana Dari Kementerian Tenaga Kerja

oleh -96 views

Malaka LikuraiOnline.com–Kementrian Tenaga Kerja (Kemenaker) Republik Indonesia memberikan tambahan modal untuk kelompok tenun ikat di Desa Haitimuk, Kecamatan Weliman, Kabupaten Malaka, Provinsi Nusa Tenggara Timur sebesar 28 juta .

Bantuan dana tersebut untuk meningkatkan produktivitas kelompok dan taraf ekonomi keluarga.

Kegiatan ini berupa pendampingan yang disertai dengan pembekalan yang dilaksanakan selama 3 hari terhitung mulai dari hari Kamis (10/09/2020) yang akan dilanjutkan dengan praktek dilapangan selama 2 Minggu.

Demikian disampaikan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Nakertrans) Kabupaten Malaka, Vinsensius Babu saat ditemui wartawan usai membuka kegiatan pembekalan di Betun, 10/09/2020.

“Ini pembekalan pelatihan tenun ikat untuk kelompok di Desa Haitimuk. Setelah pembekalan ini akan dilanjutkan dengan praktek lapangan selama 2 Minggu”, ujar Vinsen.

Seluruh kegiatan tersebut, lanjut Vinsen, dibebankan kepada Dana Tugas Pembantuan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) melalui Kemenaker RI.

“Selain pembekalan atau pelatihan, kelompok mendapatkan suntikan modal berupa benang sesuai permintaan dari kelompok, jenis benang dan warna benang yang berkualitas serta alat untuk tenun. Nilainya 28 Juta Rupiah”, lanjut Vinsen.

Vinsen berharap, pembekalan dan bantuan modal tersebut bisa meningkatkan produktivitas kelompok tenun, yang nantinya bisa meningkatkan taraf ekonomi keluarga, terutama bangkit dari keterpurukan ekonomi akibat Pandemi Covid 19.

Terpisah, Ketua Kelompok Tenun Ikat, Elizabet Dahu kepada media ini mengaku senang mendapatkan pendampingan dan tambahan modal tersebut.

Terkait itu, Dahu mengaku, dirinya bersama para ibu rumah tangga yang tergabung dalam kelompok akan memanfaatkan kesempatan tersebut untuk meningkatkan produktivitas tenun ikat.

“Terimakasih banyak kepada Bapak Bupati Malaka dan jajarannya, terutama pak Kadis Nakertrans yang sudah memperjuangkan hal ini untuk kami.

Sebagai uangkapan terimakasih, kami akan manfaatkan kesempatan ini dengan baik”, ujar Dahu.

Dahu menambahkan, kerajinan tenun ikat punya banyak nilai, antara lain, nilai budaya, filosofi masyarakat dan nilai ekonomi.

Nilai budaya kerajinan tenun ikat jelas, yakni sebagai salah satu unsur budaya. Nilai filosofisnya terkandung dalam setiap motif kain tenun.

Sedangkan nilai ekonomisnya, kain tenun saat ini memiliki nilai tawar yang cukup tinggi. Jika ditekuni dengan baik, kerajinan tenun ikat bisa menjadi suatu sumber pencaharian yang baik.(Gonza Bria)