Karena RPM, 1,9 Hektar Lahan Tidur Milik Jurnalis Di Malaka Menjadi Ladang Jagung

oleh -138 views

Betun, LikuraiOnline.com — Sejauh mata memandang, tampak bentangan luas ladang jagung yang menghijau.

Jagung tumbuh subur di kebun milik Jon Germanus Seran (Jurnalis Likuraionline.com dan Nusantara9.com).

Daun-daun jagung meliuk – liuk dimainkan hembusan angin yang berbisik halus. Pada pucuk-pucuk batang jagung yang berdiri kokoh, tampak bunga-bunga jagung ikut menari bagaikan gulungan ombak di samudera luas.

Kuning keemasan. Dari batang-batang jagung itu pula, tongkol-tongkol jagung mulai tampak berisi. Besar dan panjang. Menyiratkan tanda-tanda kehidupan pada lahan seluas 1,9 Hektar tersebut.

Itu gambaran saat ini, pada lahan milik keluarga Jurnalis LikuraiOnline.com dan Nusantara9.com, John Germanus Seran di Desa Rabasa Haerain, Kecamatan Malaka Barat, Kabupaten Malaka, Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Lahan seluas 1,9 Hekta Are tersebut selama puluhan tahun belakangan dibiarkan tidur, tanpa diolah. Menurut John, lahan tersebut terakhir diolah pada awal tahun 1990-an. Saat itu, juga tidak seluruh lahan tersebut diolah. Hanya sebagian saja.

Hal itu dipahami, karena untuk mengolah lahan seluas itu, seorang petani harus menggelontorkan banyak sekali biaya untuk sewa peralatan.

“Saya masih ingat, untuk olah lahan itu, orangtua harus menjual sapi supaya bisa bayar traktor milik orang cina (pengusaha, red).

Itupun belum bisa cukup untuk mengolah seluruh lahan, karena selain lahan ini ada juga satu dua bidang di tempat lain”.

Kondisi dulu, tentu sangat berbeda dengan kondisi saat ini. Saat ini, seluruh lahan seluas 1,9 Hekta are tersebut diolah dan telah menjadi bentangan luas ladang jagung. Di celah-celah jagung, singkong pun tumbuh dengan suburnya.

Kondisi ini terjadi, tentu tidak terlepas dari kehadiran program pro rakyat yang diusung Bupati Malaka, dr. Stefanus Bria Seran, MPH (SBS) sebagai salah satu program prioritas, yakni Revolusi Pertanian Malaka (RPM). Dengan cara yang luar biasa dan dalam waktu yang singkat, rakyat Malaka harus kelimpahan makanan. Ini definisi RPM.

“Dan benar, saya alami ini tahun ini. Ladang yang dulunya hanya bisa kita olah sebagian, saat ini bisa kita olah seluruhnya. Dalam waktu singkat pula.

Hanya dalam waktu 2 hari, lahan tidur yang dipadati alang-alang dan belukar berubah menjadi sebuah ladang siap tanam. Dan itu kita dapatkan tanpa membayar alias gratis”.

Dalam hal ini, tentu tidaklah berlebihan, jika saya katakan bahwa Pemerintahan (Eksekutif dan Legislatif) di daerah saat ini sungguh ada bagi rakyat kecil seperti kami.

Jika semua lahan tidur di Malaka menjadi kebun, berapa ribu Ton jagung yang siap dipanen di Musim Tanam Pertama ini? Dan jika barometer keberhasilan RPM adalah berlimpahnya panenan, maka RPM sejatinya sudah dan sedang berhasil.

Oh ya, ladang milik wartawan ini adalah lahan yang pada Bulan November 2019 lalu ditunjuk Pemerintah Kabupaten Malaka menjadi lokus kegiatan “Tanam Jagung” Menteri Pertanian Republik Indonesia, Syahrul Yasin Limpo, yang sedianya akan berkunjung ke Kabupaten Malaka bersama Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Abdul Halim Izkandar.

Walau saat itu kegiatan tersebut tidak jadi dilaksanakan karena Menteri Pertanian berhalangan untuk ikut dalam kunjungan tersebut, tetapi ada satu hal yang tetap terlaksana, yaitu bahwa lahan tidur seluas 1,9 Hektar tersebut telah menjadi ladang jagung saat ini. Ladang jagung yang dalam waktu tidak lama lagi sudah bisa dipanen. Dan Karena SBS dan RPMnya, lahan tidur itu kini menjadi ladang jangung.*(john germanus)