Kadis Pendidikan Malaka Minta Puskesmas Sosialisasi Perilaku Hidup Sehat Di Sekolah

oleh -483 views

Betun, LikuraiOnline.com — Kepala Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Malaka, Drs. Petrus Bria Seran, MM minta para Pimpinan Puskesmas di Malaka untuk mengagendakan sosialisasi tentang perilaku hidup sehat di sekolah – sekolah di Kabupaten Malaka.

Peemintaan tersebut diaampaikan Kepala Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Malaka, Drs. Petrus Bria Seran, MM, ketika membawa materi pada Workshop Sanitasi Total Berbasis Masyarakat dan Manajemen Kesehatan Menstruasi di Sekolah Tingkat Kabupaten Malaka, yang digelar di Aula Ramayana Hotel Betun, Rabu (04/03/2020).

Whokshop ini diselenggarakan berkat kemitraan Pemkab Malaka, Yayasan Plan Internaaional Indonesia (YPII) dan Yayasan Pijar Timur Indonesia (YPTI) dan melibatkan Pimpinaan Puskesmas dan Kepala Sekolah dan Pemerintah Desa. Workshop tersebut, sesuai rencana akan berlangsung hingga Kamis (05/03/2020).

Menurut Kepala Dinas, sosialisasi tersebut dimaksudkan sebagai upaya mengubah perilaku hidup para peserta didik agar menjadi bersih dan sehat.

Satu hal sederhana yang disentil, Kepala Dinas Pendidikan adalah pengalamannya ketika berkunjung ke sekolah – sekolah, dimana dirinya menemukan sebagian besar murid Sekolah Dasar tidak mandi sebelum berangkat ke sekolah.

“Ini fakta yang ada. Hampir semua anak tidak mandi. Tetapi kepala sekolah dan para gurunya nyaman-nyaman saja”, ujarnya.

Sementara, terkait STBM, Kepala Dinas mengungkapkan, kendala utama dalam upaya percepatan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) adalah Perilaku hidup yang tidak bersih dan tidak sehat.

Karena itu, dalam upaya mempercepat kepemilikan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) di Kabupaten Malaka, hal pertama yang harus dilakukan adalah merubah perilaku hidup.

“Kendala utamanya adalah Perilaku. Karena semua hal yang lain ada. Jadi yang harus dikejar itu adalah perubahan prilaku”, ujar Kadis PKPO.

Perubahan perilaku tersebut, kata Kadis, harus mulai dari diri sendiri, mulai dari hal – hal kecil dan mulai dari saat sekarang.

“Saya ajak semua untuk membiasakan hidup sehat mulai dari diri sendiri kemudian rumah sendiri, lalu di tempat kerja sendiri, baik itu di puskesmas maupun sekolah. Lalu, mulai dari hal-hal kecil, misalnya di toilet ada air atau tidak, ada gayung atau tidak, ada sabun atau tidak. Hal-hal kecil ini yang saya temukan ketika berkunjung ke sekolah-sekolah. Satu hal lagi, kalau pintunya rusak ya diperbaiki”, ujar Kadis.

Kebiasaan hidup sehat tersebut, lanjut dia, akan menciptakan situasi yang menyejukkan di tempat kerja, baik itu di sekolah maupun di puskesmas, sehingga membuat kita betah bekerja.*(john germanus)