BPJN X Kupang Mulai Tangani Longsor di Jalan Sabuk Merah Perbatasan Sektor Timur

oleh -599 views
Kasatker PJN Wilayah II Ir.Himler Manurung kepada wartawan likuraionline.com saat ditemui di kantornya Rabu 15 Juli 2020. (Foto :Yulius Seran Klau)

Kupang,LikuraiOnline.com—Balai Pelaksanaan Jalan Nasional X Kupang Provinsi NTT melalui Satuan Kerja Non Vertikal Tertentu (SNVT) Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah II Provinsi NTT mulai menangani beberapa titik longsor di Jalan Sabuk Merah Perbatasan RI-Timor Leste mulai dari Mota Ain di Kabupaten Belu hingga ke Mota Masin di Kabupaten Malaka.

Kondisi Longsor di Jalan Sabuk Merah Perbatasan Sektor Timur ruas Henes-Mota Masin.

Pada Tahun Anggaran 2020, BPJN X Kupang mengalokasikan Dana Rp.9 Miliar lebih untuk menangani tiga tiitik longsor

Demikian dikemukakan Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional X Kupang melalui Kasatker PJN Wilayah II Ir.Himler Manurung kepada wartawan likuraionline.com saat ditemui di kantornya Rabu 15 Juli 2020.

Ia menjelaskan, pada awal tahun anggaran 2020, BPJN X Kupang sudah mengalokasikan Anggaran untuk penanganan 14 titik longsor diruas jalan sabuk merah perbatasan sektor Timur  yang terdiri dari dua paket kegiatan yakni paket I penanganan longsor di ruas jalan Mota Ain-Henes sebanyak 5 titik longsor dan paket II diruas jalan Henes-Mota Masin sebanyak 9 titik longsor.

“Awal Tahun Anggaran Dana untuk penanganan longsor di Jalan Sabuk Merah Perbatasan Sektor Timur sudah tersedia. Namun karena pandemic Corona virus Disease 2019 (Covid 19)  sehingga sebagian dana di Satker wilayah II di dirasionalisasi untuk penanganan dan pencegahan Covid 19 sehingga paket I Mota Ain-Henes di tunda penanganannya pada Tahun Anggaran 2021,”kata Himler Manurung.

Ia menjelaskan,  Paket II di ruas jalan Henes-Mota Masin yang awalnya Anggaran disediakan untuk penanganan 9 titik longsor di rasionalisasi untuk penanganan dan pencegahan covid 19 sehingga dana yang tersedia hanya untuk penanganan 3 titik longsor sisanya akan ditangani pada tahun anggaran 2021.

“Penangnan 3 titik longsor diruas jalan Henes-Mota Masin sudah diproses lelang dan sudah dilakukan kontrak kerja antara kontraktor dan Satker PJN Wilayah II melalui PPK 2.5. Penanganan longsor di ruas jalan sabuk merah sektor timur memgunakan pola Geoteknik ,”katanya. (Yulius)