Bank NTT Komit Dorong Pertumbuhan Ekonomi Melalui Industrialisasi Produk Unggulan Daerah

oleh -314 views
Keterangan Foto : Direktur Utama Ban NTT Isak Eduard Rihi dan Direktur Umum Bank NTT Johanis Landu Praing Pose bersama Bupati Malaka dr.Stefanus Bria Seran,MPH pada kegiatan penyerahan CSR beripa satu unit mobil tangki air beberapa waktu lalu.

Malaka,LikuraiOnline.com–Bank Pembangunan Daerah (BPD) Nusa Tenggara Timur atau Bank NTT telah membuat komitmen untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah melalui industrialisasi produk unggulan daerah.

Dirut Bank NTT Isak Eduard Rihi dan Direktur Umum (Dirum), Johanis Landu Umbu Praing pose bersama Kepala Divisi (Kadiv) Perencanaan dan Coorporate Secretary, Alberta Maria Triwaty Lapia, Kepala Divisi (Kadiv) Umum, Rahmat Saleh, Pimpinan Cabang Betun, Arnoldus Siku, Wakil Pimpinan Cabang Betun, Yorry M. Blegur usai Penyerahan bantuan CSR berupa mobil tangki air kepada Pemda Malaka.

Untuk maksud tersebut, Bank NTT membuka ruang bagi para pelaku usaha atau pengusaha di daerah untuk mendapatkan kemudahan tambahan modal usaha, tentu saja sesuai standar perbankan yang berlaku.

Hal itu diungkapkan Direktur Utama Bank NTT, Izhak Edward Rihi kepada wartawan usai menyerahkan Bantuan CSR berupa 1 unit mobil tangki kepada Pemerntah Kabupaten Malaka di Kantor Bupati Malaka, Rabu (11/03/2020).

“Untuk skema industrialisasi, memang saat ini kita sedang menggalakkannya. Kemarin saya sudah perintahkan Kepala Cabang Malaka untuk menganalisa tentang kelor untuk dilakukan industrialisasinya. Juga ada bawang, pisang, singkong dan sebagainya”, jelas Dirut Bank NTT.

Menurut Dirut, proses industrialisasi di Malaka sedang dalam proses analisa kesiapan pelaku usaha yang akan terlibat langsung dalam proses industrialisasi tersebut.

“Itu (industralisasi, red) sedang dalam proses. Kita analisa dulu bagaimana kesiapan pelaku usaha di daerah ini, sehingga pada saat kita lakukan industrialisasi ini, resiko – resiko kredit ini bisa kita mitigasi dengan baik”, lanjut Dirut.

Dia menambahkan, ketika berbicara tentang industri, tidak bisa terlepas dari keberadaan UMKM yang menyiapkan, siapa petani yang akan menyuplai, bagaimana industri tersebut dan lain debagainya. Dan hal – hal tersebut harus dipersiapkan dengan baik.

“Sehingga, pada saat diluncurkan benar – benar membawa efek yang nyata bagi pembangunan di daerah ini”, ujarnya.

Dan kedempatan industrialisasi tersebut, lanjut dia, terbuka bagi semua pelaku usaha, asal saja memenuhi standar – standar perbankan yang lazim. Karena prinsip dasar kehadiran Bank NTT adalah melayani dengan sungguh, menjadi mitra yang siap mengeksekusi mimpi pemerintah daerah dalam membangun daerah Nusa Tenggara Timur.

“Jadi kalau ada pengusaha yang mau melakukan industrialisasi silahkan berhubungan dengan Bank NTT. Kita akan mengkajinya. Kita sudah buka ruang untuk itu, tinggal saja, kalau ada pengusaha yang berminat kita akan membantu”, pungkas Dirut Bank NTT.

Sejumlah Pejabat Bank NTT mendampingi Dirut pada kesempatan itu, antara lain Direktur Umum (Dirum), Johanis Landu Umbu Praing, Kepala Divisi (Kadiv) Perencanaan dan Coorporate Secretary, Alberta Maria Triwaty Lapia, Kepala Divisi (Kadiv) Umum, Rahmat Saleh, Pimpinan Cabang Betun, Arnoldus Siku, Wakil Pimpinan Cabang Betun, Yorry M. Blegur serta sejumlah staf.*(german)