43 Orang Dari Jawa dan Bali Masuk Ke Malaka Via Lamea, Bupati Malaka Himbau Isolasi Mandiri 14 Hari

oleh -962 views
Bupati Malaka, dr. Stefanus Bria Seran, MPH

Betun, LikuraiOnline.com–Jumlah orang yang masuk ke wilayah Kabupaten Malaka melalui pintu masuk Desa Lamea di Kecamatan Wewiku, pada hari Kamis (02/04/2020) sejak pagi hingga Pukul 21.40 Wita memcapai 43 orang.

Dari manifest orang masuk di Posko Pemantauan di Lamea diketahui, Empat Puluh Tiga Warga yang baru masuk ke Malaka tersebut merupakan mahasiswa dan mahasiswi dari berbagai perguruan tinggi di Denpasar, Surabaya dan yang paling banyak dari Malang dan Yogyakarta.

Sebagaimana biasa, para warga yang baru masuk ke Malaka diukur suhu tubuhnya, diberi disinfektan kemudian didata untuk dipantau lebih lanjut. Kepada mereka juga dipesan agar melakukan isolasi diri secara mandiri selama 14 hari, menjaga jarak dengan keluarga dan menghindari kerumunan massa serta pesan agar segera memeriksakan diri ke fasilitaas kesehatan jika merasa sakit.

Bupati Malaka, dr. Stefanus Bria Seran, MPH yang dikonfirmasi media ini terkait banyaknya warga yang masuk ke wilayah Kabupaten Malaka mengatakan, yang datang ke Malaka adalah anak-anak Malaka dan kehadirannya di rumah sendiri tidak mungkin ditolak.

Walau demikian, Bupati menghimbau agar kehadiran orang yang baru datang dari luar daerah didata secara baik untuk dipantau dan diedukasi dengan baik sehingga tidak menjadi sumber penyebaran Virus Corona di Kabupaten Malaka.

“Itulah sebabnya, kenapa kita mendata semua orang yang baru masuk ke wilayah Malaka. Supaya kita pantau secara teliti dan kita beri edukasi dengan baik sehingga tidak menjadi sumber penyebaran virus corona. Dan untuk warga yang baru datang dari luar daerah, kita selalu tekankan untuk mengisolasi diri secara mandiri selama 14 hari dan menjaga jarak dengan keluarga atau orang lain dan menghindari kerumunan massa”, ujar Bupati Malaka.

Untuk info, pemantauan dan pendataan kendaraan dan orang yang masuk ke Malaka dilakukan di 3 pintu masuk, yaitu, di Desa Lamea, Kecamatan Wewiku, kemudian di Simpang Nurobo, Kecamatan Laenmanen dan di Talimetan, Desa Kusa, Kecamatan Malaka Timur.*(john germanus)