Wujudkan Desa Layak STBM, Pemkab Malaka Gandeng YPII Dan YPTI Gelar Diskusi Penyamaan Persepsi

oleh -1.321 views

Betun, LikuraiOnline.com — Mewujudkan desa layak Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) membutuhkan kerja sama lintas sektor, baik Prmerintah Kecamatan, Pemerintah Desa, Puskesmas, Sanitarian dan masyarakat itu sendiri.

STBM itu sendiri terdiri dari 5 pilar, yakni, Stop buang air besar sembarangan; Cuci tangan pakai sabun; Pengelolaan air minum/makanan rumah tangga; Pengelolaan sampah rumah tangga; dan Pengelolaan limbah cair rumah tangga.

Demikian diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malaka, drg. Paskalia Frida Fahik, melalui Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Ferry Fahik dalam kegiatan forum diskusi persmaan persepsi dalam mewujudkan desa layak STBM, kerja sama Pemerintah Kabupaten Malaka dengan Yayasan Plan Internasional Indonesia (YPII) dan Yayasan Pijar Timur Indonesia (YPTI) di Aula Ramayana Hotel, Betun (27/11/2019).

Membawakan materi tentang strategi percepatan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) di Kabupaten Malaka, Fery mengajak para peserta diskusi untuk menjalankan perannya masing-masing di tengah masyarakat untuk mewujudkan desa layak STBM.

“Pointnya, bagaimana kita semua yang hadir bekerja sesuai dengan peran kita masing-masing sehingga desa-desa kita bisa deklarasikan STBM. Pemerintah Desa buat apa, Pemerintah Kecamatan buat apa, puskesmas buat apa”, ujar Ferry.

Sementara, Direktur Yayasan Pijar Timur Indonesia, Vinsen Kia Beda menuturkan, mewujudkan Desa Layak STBM butuh dua hal yang harus berjalan beriringan, yakni perubahan perilaku masyarakat dan sarana.

Perilaku hidup sehat itu tugas Kesehatan, yaitu melalui Puskesmas dan Sanitarian sebagai ujung tombak kesehatan di masyarakat, sedangkan sarana atau fisik adalah tugas para kepala desa sebagai pengguna anggaran.

Diskusi penyamaan presepsi tersebut dihadiri utusan kecamatan, para Kepala Desa, Kepala Puskesmas dan Sanitarian, dengan pembicara dari Yayasan Pijar Timur Indonesia, Dinkes dan Dinas PMD Kabupaten Malaka.*(john germanus)