Warga Wemeda, Kecamatan Malaka Timur Usulkan Jembatan Dan Jalan Untuk Buka Isolasi Babahane

oleh -1.334 views

Betun, LikuraiOnline.com –— Warga Dusun Babahane A dan Babahane B, Desa Wemeda, Kecamatan Malaka Timur, Kabupaten Malaka mengusulkan pembangunan jembatan untuk membuksa isolasi wilayah tersebut.

Usul warga tersebut disampaikan dalam Reses Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Malaka dari Fraksi Partai Golkar, Markus Bria Berek di Dusun Babahane, Desa Wemeda, Kabupaten Malaka, Sabtu (23/11/2019).

Warga dua dusun tersebut mengaku, akses dari dusun mereka ke Boas, Ibu Kota Kecamatan Malaka Timur, Kantor Desa Wemeda, Puskesmas, Gereja dan lain sebagainya terputus total pada saat musim hujan, lantaran derasnya arus sungai yang menyekat dua dusun tersebut dari dunia luar.

“Kalau musim hujan datang, kami seperti dipenjara di sini. Tidak bisa kemana-mana. Anak-anak kami yang SMP dan SMA di Boas dan Seon libur total.

Anak-anak SD tidak bisa sekolah karena guru-guru tinggal di sebelah kali semua”, ujar Abner Hane, warga Dusun Babahane B, diiyakakan warga lainnya.

Warga juga mengaku, tidak jarang, mereka harus menandu orang sakit atau ibu hamil yang akan bersalin sambil berjuang melewati derasnya arus sungai supaya untuk menjangkau Puskesmas.

“Pernah malam-malam, ada ibu hamil yang mau bersalin tapi ada masalah. Waktu itu hujan selama 1 minggu tidak pernah berhenti. Kami tandu malam-malam, hujan-hujan dan harus langgar arus kali yang deras”, tambah Abner.

Atas nama warga dua dusun tersebut, Abner juga mengusulkan pembangunan infrastruktur jalan di Babahane. Warga mengaku, mereka akan sangat bersyukur jika dubangunkan jalan, sekalipun hanya perkerasan.

Menanggapi ungkapan isi hati warga dua dusun tersebut, Markus Bria Berek yang juga Anggota Komisi II tersebut mengungkapkan, dirinya sudah mengusulkan pembangunan jembatan tersebut untuk membuka isolasi wilayah Babahane.

“Tentang pembangunan jembatan tersebut, saya sudah sampaikan ke pemerintah daerah dan saya akan terus memperjuangkan itu. Mohon dukungan dari kita semua lewat doa-doa kita, supaya perjuangan kita bisa membuahkan hasil”, ungkap Markus.

Terkait pembangunan jalan, Markus mengatakan, hal tersebut sebenarnya bisa diakomodir dengan Dana Desa. Karena itu, Markus menghimbau kepada Kepala Desa Wemeda yang ikut hadir dalam reses tersebut untuk memperhatikan jalan di Dusun Babahane A dan Babahane B.

Sekedar info, Jumlah Kepala Keluarga di Dusun Babahane A dan Duaun Babahane B
sekanyak 130 KK. Hampir semuanya petani.

Pada musim huja, warga kesulitan untuk memasarkan hasil kebun ke luar Babahane, lantaran wilayah tersebut tersekat oleh bentangan dua kali besar yang kemudian menyatu di pinggiran Babahane.

Jarak Babahane dari Boas sebenarnya hanya beberapa meter saja dan dapat ditempuh dalam beberapa menit saja jika tidak ada kali besar tersebut.

Pada musim kemarau deperti ini, ketika kali mengering, Babahane dapat diakses dengan mudah. Tetapi keadaan akan berbeda pada musim hujan, dimana arus sungai menjadi sangar deras.

Keadaan akan lebih mudah jika diatas kali tersebut dibangun jembatan. Ini kerinduan warga Babahane: sebuah jembatan yang bisa menghubungkan mereka dengan dunia luar. Sebuah jembatan yang bisa membuka isolasi wilayah mereka: Babahane.*(john germanus)