Warga Usul Normalisasi Kali Dan Pembangunan Jembatan Wedik

oleh -787 views

Betun, LikuraiOnline.com —— Warga Dusun Nataraen, Desa Naimana, Kecamatan Malaka Tengah mengusulkan normalisasi kali Wedik dan pembangunan jembatan untuk melintasi kali tersebut.

Menurut warga, normalisai kali dan pembangunan jembatan tersebut akan sangat membantu mobilisasi warga dari dan menuju Dusun Nataraen.

Permintaan warga tersebut disampaikan dalam kesempatan reses Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Malaka dari Fraksi Partai Golkar, Maria Fatima Seuk Kain di Desa Naimana, Sabtu sore (16/11/2019).

Salah satu warga, Dominikus, pada kesempatan tersebut mengungkapkan, ruas jalan yang melintasi kali Wedik tersebut sangat berperan bagi kehidupan warga Dusun Nailera karena merupakan akses menuju sarana publik, seperti Gereja dan Kantor Desa.

“Kalau musim panas seperti ini kami aman tetapi kalau musim hujan kami tidak bisa ke Kantor Desa, ke Gereja ataupun ke Kota Betun.

Di Kali Wedik itu juga, pernah terjadi tragedi warga dimangsa buaya. Karena itu, kami usulkan supaya bisa dilakukan normalisasi kali dan pembangunan jembatan”, ujar Dominikus.

Hal senada diungkapkan Kepala Desa Naimana, Dominikus Knaofmone, yang juga jadir dalam kegiatan reses tersebut.

Menurut Knaofmone, pembangunan jembatan di Kali Wedik sangat urgen, bukan hanya untuk mobilisasi orang tetapi juga barang dan jasa.

Karena itu, lanjut Knaofmone, pihaknya telah beberapa kali mengusulkan pembangunan jembatan tersebut dalam musrenbang, baik di tingkat Desa maupun Kecamatan, namun belum ada jawaban.

Sementara, pembangunan jembatan tersebut tidak bisa dibiayai dengan Dana Desa karena anggarannya di atas 500 Juta Rupiah.

Menanggapi usulan warga tersebut, Mery Kain, sapaan akrab Anggota Komisi III tersebut menegaskan, dirinya akan memperjuangkan aspirasi masyarakat yang disampaikan dalam Reses pertama tersebut.

Untuk maksud itu, Mery memohon dukungan dan doa dari warga yang hadir agar dirinya mampu menjalankan tugasnya dengan baik, terutama dalam menyuarakan suara-suara rakyat di Parlemen.*(john germanus)