Warga Kecamatan Laenmanen Tanam Siri Untuk Cukupi Kebutuhan Ekonomi Keluarga

oleh -815 views

Betun, LikuraiOnline.com — Bagi Malaka dan Belu, siri pinang adalah identitas diri. Dalam acara apa saja, termasuk penyambutan tamu, akan terasa aneh dan ada yang kurang jika tidak ada suguhan siri pinang.

Siri pinang juga bisa menjadi pengikat atau pemersatu. Siri pinang bisa memperat tali persahabatan, bahkan mengikat tali kekeluargaan. Dalam tradisi perkawinan orang Malaka, siri menjadi sesuatu yang tidak bisa diabaikan.

Karena pentingnya siri dan pinang bagi kehidupan masyarakat Malaka dan Belu, bahkan orang Timor pada umumnya, maka siri menjadi sesuatu yang sangat berharga dan memiliki nilai jual.

Demikian diungkapkan Sebastianus Tae, warga Kampung Siri, Dusun Wehae B, Desa Kapitanmeo, Kecamatan Laenmanen, Kabupaten Malaka, ketika ditemui media ini di Kampung Siri, Rabu (04/12/2019).

Memanfaatkan nilai penting siri tersebut, Sebastianus dan warga sekampung lainnya menanam siri, bukan hanya untuk kebutuhan sendiri, tetapi juga untuk menghidupi keluarga sebagai sumber penghasilan.

Tidak tanggung-tanggung, Sebastianus mengaku, dia bisa meraup Satu Juta Rupiah setiap minggunya dari hasil penjualan siri yang dipetik dari kebun siri miliknya.

“Rata-rata semua warga di sini tanam siri buah, maka kampung ini disebut kampung siri. Kita punya ada 40 pohon dan setiap minggu kita panen. Hasil setiap panen bisa sampai 1 Juta Rupiah” ujar Sebastianus.

Sebastianus mengaku, dirinya dan keluarga sudah melakoni usaha ini sejak 16 tahun silam dan bisa menghidupi kebutuhan keluarga, bahkan bisa mencukupi biaya pendidikan 5 orang anaknya.*(john germanus)