Wagub NTT Minta PLN Terus Tingkatkan Rasio Eletrifikasi di NTT

oleh -464 views

Kupang, LikuraiOnline.Com–Wakil Gubernur NTT, Drs. Josef A. Nae Soi, M.M, mengharapkan agar PLN dapat terus meningkatkan rasio eletrifikasi di NTT, sebagai salah satu komponen penting dalam aksesibilitas pendidikan.

Keberadaan fasilitas listrik yang memadai tentunya akan dapat meningkatkan kemampuan belajar anak-anak NTT.

Hal ini disampaikan Wagub Nae Soi saat memberikan sambutan pada kegiatan Kuliah Umum yang diselenggarakan PLN Kupang di Aula Politeknik Negeri Kupang, Jumat (13/9/2019).

Menurut Wagub Nae Soi, dengan meningkatnya rasio elektrifikasi di NTT dari tahun ke tahun, akan membantu anak muda dan para pelajar dalam meningkatkan pengetahuannya. Anak-anak NTT memiliki potensi yang sangat luar biasa.

“Anak-anak NTT tidak miskin harta dan tidak miskin intelektual. Yang kami miskin hanyalah aksesibilitas. Kalau PLN punya program untuk mengirim anak-anak muda ke luar negeri, jangan ragu untuk memilih anak-anak NTT”.

Dalam kesempatan itu, Wagub Nae Soi mengajak generasi muda NTT untuk memanfaatkan upaya positif dari PLN secara baik.

Kalau sudah ada listrik, belajarlah lebih tekun. Kehadiran listrik, minimal memberikan makna yang luar biasa yakni memberikan transformasi dalam komponen pendidikan kita. Kalau tidak ada listirk dan lampu, apa jadinya proses perkuliahan.

Wagub NTT pun mengapresiasi upaya PLN dalam membangkitkan semangat generasi milenial. Nae Soi berharap agar kegiatan tersebut juga dapat menumbuhkan semangat toleransi di antara generasi muda.

“Saya memberikan apresiasi kepada PLN karena saat kami dilantik (5 September 2018), tingkat elektrifikasi kita di NTT hanya 61,3 persen, tapi per hari ini rasio eletrifikasi kita sudah mencapai 73,7 persen.

Mudah-mudahan sesuai target PLN, sampai akhir tahun, rasio elektrifikasi listrik di NTT bisa menembus angka 90 persen,” harap politisi Golkar tersebut.

Sementara itu, General Manager PLN Nusa Tenggara Timur, Ignasius Rendroyoko menegaskan PLN NTT berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat NTT.

PLN NTT juga bertekad membangun infrastruktur listrik secara merata di seluruh wilayah NTT.

“Dalam memenuhi kebutuhan listrik di NTT tentu melalui proses. Tahun ini sekitar 90 persen dari jumlah rumah tangga yang ada di NTT, akan mendapatkan (aliran) listrik.

Memang ada 10 persen yang belum, tapi itu hanya menunggu waktu saja, mungkin sampai pertengahan tahun depan. Karena di akhir tahun 2020, rasio elektrifikasi NTT ditargetkan mencapai 100 persen,” jelas Ignasius.

Ignasius juga menjelaskan, sekitar 60 sampai 70 persen karyawan PLN adalah kaum milenial.

Dengan ciri khasnya yang sangat menonjol adalah bersemangat, sangat objektif, menyelesaikan masalah tanpa kenal waktu dan selalu menuntut perbaikan demi kenyamanan hidup yang lebih.

“Itu yang juga menjadi kekuatan utama PLN NTT untuk membangun infrastruktur di seluruh wilayah NTT.

Itulah juga menjadi alasan bagi kami hadir di sini untuk bisa memberikan semangat sekaligus mengajak kaum milenial agar terlibat dalam berbagai upaya membangun negeri lewat PLN,” jelas Ignasius.

Pada kesempatan tersebut, PLN memberikan bantuan dana CSR kepada pemerintah Provinsi NTT sekitar Rp. 9,85 miliar.

Tema yang diusung dalam kegiatan ini adalah “Light Up Your Milenial Power With PLN Group”. Hadir pada kesempatan tersebut Direktur Human Capital Management PLN, Muhamad Ali, Wakil Walikota Kupang, Herman Man, General Manager PLN NTT, Ignatius Rendroyoko, utusan mahasiswa/i, utusan siswa/i SMA/SMK se-Kota Kupang, para petinggi dan karyawan PLN NTT serta insan pers. (til*)