Tangkal Penyakit Demam Babi Africa, Pemkab Malaka Gelar Sosialisasi Di Wilayah Batas

oleh -947 views

Betun, LikuraiOnline.com — Kondisi wilayah Kabupaten Malaka yang sampai saat ini masih bebas dari penyakit Demam Babi Africa atau Africa Swine Fever (ASF) harus dipertahankan.

Demikian pesan Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikananan (KPP) Kabupaten Malaka, drh. Rofinus Seran Bria ketika membawakan materi pada kegiatan Sosialisasi Penyakit Demam Babi Afrika di wilayah perbatasan RI-RDTL, yang digelar di Kantor Desa Alas, Rabu (13/11-2019).

Rofinus menjelaskan, kegiatan sosialisasi tersebut terselenggara berkat kerja sama Pemerintah Kabupaten Malaka melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Malaka dan LSM Prima dengan sasaran warga Empat desa perbatasan, yakni Desa Alas Utara, Desa Kota Biru, Desa Alas dan Desa Alas Selatan.

Penyakit Demam Babi Afrika, kata Rofinus, adalah suatu jenis penyakit baru yang penularannya melalui ternak babi. Penyakit ini tergolong berbahaya karena sampai saat ini belum ditemukan obatnya.

“Seperti yang kita ketahui, negara tetangga kita sudah positif terpapar Demam Babi Afrika tersebut. Karena di wilayah kita masih bebas, kita semua, terutama yang berada di wilayah batas punya tanggung jawab untuk menjaga agar wilayah kita tetap bebas dari penyakit ini”, ajak Rofinus.

Cara paling jitu untuk menangkal masuknya penyakit ini ke wilayah kita adalah menghindari masuknya ternak babi, produk pangan berbahan babi dan semua hal lain yang berhubungan dengan ternak babi ke Indinesia.

“Kita hanya berbatasan darat dengan Timor Leste dan kita punya kesamaan budaya.Karena itu, himbauan untuk kita semua,baiklah kita hindari masuknya babi atau bahan pangan berbahan babi ke daerah ini. Kita sama-sama bertanggung jawab untuk ini, supaya daerah kita tetap bebas Demam Babi Afrika”, tambah Rofinus.

Sementara, Kepala Bidang Peternakan pada Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan, Methildes Seran, S.Pt. pada kesempatan itu memghimbau, agar segera melaporkan ke Pemerintah Desa atau petugas peternakan yang ada di kecamatan bila ada ternak babi yang mati mendadak, sehingga diteliti penbabnya untuk segera diatasi.

Selain melibatkan masyarakat 4 Desa, kegiatan soaialiasi tersebut melibatkan Aparat TNI dari Satgas Pamtas RI -RDTL, Sektor Barat, Yonif 132 / Bima Sakti dan Petugas Karantina pada Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Mota Masin.*(john gernanus)