Tahun Ini, Pemerintah Pusat Bangun 75 Rumah di Translok Malaka

oleh -2.093 views
Kasubid Identifikasi dan Penataan Tanah Kementerian Desa, PDT dan Transmigrasi RI, Andi Ritna

Malaka,Likuraionline.com– Tahun anggaran 2019 Pemerintan Pusat akan membangun 75 unit rumah di lokasi transmigrasi lokal (Translok) di Desa Kapitan Meo, Kecamatan Laenmanen, Kabupaten Malaka, Provinsi NTT.

75 rumah yang akan dibangun tersebut 50 unit rumah di satuan pemukiman baru (SPbaru) dan 25 unit di satuan pemukiman pemugaran.

Pembangunan rumah tersebut merupakan implementasi program pembangunan dan pengembangan kawasan transmigrasi nasional dari Kementerian Desa, PDT dan Transmigrasi RI.

Demikian disampaikan Kasubid Identifikasi dan Penataan Tanah Kementerian Desa, PDT dan Transmigrasi RI, Andi Ritna kepada  wartawan  usai rakor dengan Dinas Nakertrans dan unsur terkait di Kantor Dinas Nakertrans Malaka Kamis (31/1/2019).

Andi Ritna, mengatakan proses pembangunan 75 unit rumah translok itu akan dilakukan tahun 2019. Saat ini sementara proses lelang.

Sebelum memulai pembangunan, ia bersama tim datang untuk melakukan pengukuran lahan sekaligus menggambil data penerima manfaat, lahan dan hal lain yang berkaitan dengan program.

Data ini perlu dipastikan karena dalam waktu dekat sudah dilakukan pembangunan. Harapannya, program yang menelan dana Rp 900 M ini dapat berjalan aman dan lancar serta pembangunannya tepat waktu.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Malaka, Vinsensius Babu kepada kepada Wartawan mengatakan, dengan adanya progrm transmigrasi dapat menjadi lokomotif perubahan yang dapat membawa masyarakat Malaka keluar dri ketertingalan. Program ini dapat berimplikasi pada peningkatan pembangunan dan ekonomi.

Karena selain membangun rumah untuk warga juga dibangun jalan, embung, lahan usaha, sarana air bersih dan kantor.

Menurut Vinsen, tahun 2019 dibangun 75 unit rumah permanen tipe 36.

Sedangkan sisanya 284 unit akan diusulkan lagi tahun 2020 dalam rakor nasional di Bengkulu Febuari mendatang.

Sasaran penerima manfaat adalah masyarakat lokal yang selama ini belum memikili rumah.

Jelas Vinsen, sampai saat ini pelaksanaan program tersebut tidak menemukan kendala

“Masyarakat sangat merespons baik program tersebut. Diharapkan kepada masyarakat dan unsur terkait lainnya untuk saling mendukung karena pola pengembangan program ini pertama kali dibuat di Malaka. Malala menjadi pilot projek program tersebut.(Radarperbatasan.com/user)