Tahun Ini Masyarakat Desa Saenam Panen 200 Ton Jagung dan 5 Ton Kacang Merah

oleh -1.715 views
Kepala Desa Saenam, Yohanes Fobia

TTU,LikuraiOnline.com— Kondisi Pertanian masyarakat Desa Saenam, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) pada tahun 2019 menggembirakan.

Hasil panen jagung masyarakat desa setempat mencapai 200 ton. Sementara hasil panen kacang merah mencapai 5 ton.

Ada dua komuditi utama yang dikembangkan oleh masyarakat desa Saenam yakni Jagung dan Kacang Merah.

Jenis jagung yang di kembangkan di kebun masyarakat Desa Saenam adalah jagung hibrida, jagung lokal, jagung lamoru, dan srikandi putih.

Kepala Desa Saenam, Yohanes Fobia saat ditemui di Balai Biinmaffo, Senin (20/05/2019) mengatakan, Pemerinrah Desa Saenam terus berupaya untuk memanfaatkan semua lahan masyarakat untuk menanam jagung dan kacang-kacanagan di musim hujan.

“Kita terus berupaya untuk mengolah lahan yang ada agar tidak kosong. Kita mengadakan benih dan mendistribusikan kepada petani untuk menanam di hamparan, dengan luas lahan garapan masing-masing keluarga menanam kurang lebih 1 hektar dengan cakupan panennya (jagung),”katanya.

“Data tersebut kita dapatkan dari tiap Kepala Keluarga (KK) yang memperoleh kurang lebih 1 Ton lalu dikalikan dengan luas hamparan 1 hektar per setiap KK sehingga setiap tahunnya masyarakat desa Saenam produksinya mencapai target 200 Ton dengan komuditinya jagung,” tuturnya.

Yohanes Fobia mengungkapkan, Masyarakat Desa Saenam juga kembangkan tanaman lain selain komuditi jagung seperti kacang merah dan juga tanaman hortikultura lainnya untuk menambah keuntungan bagi masyarakat.

Untuk kacang merah di tanam serempak dengan jagung pada musim tanam yang pertama dan juga bisa di tanam dua kali dalam setahun karena mengingat kondisi cuaca didaerah tersebut dingin.

Sedangkan kacang merah cakupannya 5 Ton per 1 tahunnya karena dilihat dari faktor ketahanan biasanya rata-rata masyarakat menanam di awal tahun yakni bulan Januari setiap tahun.

“Bisa di tanam dua kali dan itu adalah komuditi unggulan yang terdapat di desa saenam. Tanaman Hortikultura yang di kembangkan di Desa Saenam sangat cocok karena iklimnya sangat bersahabat dan berada di ketinggian 1.100 meter diatas permukaan air laut,” jelasnya.

Berhubungan dengan cuaca dan iklim setiap tahunnya sangat mendukung sehingga kata Yohanes peluang masyarakat mengalami gagal panen sangat kecil.

“Sejauh pantauan kami bahwa gagal panen dari setiap tahunnya hanya karena kondisi alam dimana jagung yang sudah tinggi diterpa angin puting beliung di bulan januari sampai maret.

Pertanian tidak hanya berbicara tentang faktor kondisinya saja tetapi juga kondisi alamnya yakni di topang dengan air yang cukup sehingga pertanian juga bisa maju,” Ungkapnya

Berkaitan dengan pemasaran, di Desa Saenam, Yohanes memiliki kader pemasaran yang orbitasi menyebut informasi pasar baik di tingkat desa, tingkat kecamatan dan juga di tingkat kabupaten.

Ada juga kerja sama yang dibangun untuk penjualan komuditi-komuditi yang ada di desa.

“Melalui pendampingan dari Mitra Tani, Desa Saenam pernah dikunjungi dari Bapemnas, pada tahun 2015 dan 2016 terkait dengan survei.

Hal ini dimata Bapemnas Desa Saenam dipilih sebagai Deda pensuplay benih-benih jagung di tahun-tahun mendatang dan kami sudah berupaya semaksimal mungkin untuk di tahun berjalan desa saenam terpilih sebagai peoplay opening jagung di indonesia.” jelas Yohanes. *(Isto Santos).