Sedang Membangun, Paroki Wekmidar Dapat Kucuran Dana Rp. 750 Juta Dari Pemkab Malaka

oleh -1.580 views

Betun, LikuraiOnline.com —- Umat Paroki Santo Dominikus Leon As, Desa Wekmidar, Kecamatan Rinhat mendapat kucuran dana hibah sebesar 750 Juta Rupiah untuk menbangun rumah tinggal pastor dan aulah serba guna.

Bupati Malaka, dr. Stefanus Bria.Seran, MPH menyanggupi kucuran danah hibah tersebut usai Misa Minggu Palma di gereja tersebut, Minggu (14/04/2019).

Bupati menyatakan hal itu menjawab Proposal permohonan dana yang diajukan Pastor dan Dewan Pastoral Paroki kepada Pemerinrah Kabupaten Malaka.

“Pemkab akan membantu umat di Paroki ini. Besarnya bantuan tersebut sesuai dengan nilai yang tertera dalam proposal, yakni 750 Juta”, tandas Bupati disambut tepuk tangan umat.

Nilai dana tersebut, ujar Bupati, jika dibandingkan dengan bantuan yang sudah dihibahkan kepada beberapa gereja sebelumnya, adalah yang tertinggi. Sebelumnya, kucuran dana hibah untuk gereja hanya berkisar pada angka 500 Juta.

Bupati Malaka berharap, sedikit dana yang akan disalurkan tahun 2020 nanti bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk pembangunan rumah tinggal pastor dan aulah serba guna paroki.

“Karena baru diajukan tahun ini, maka sesuai aturan yang berlaku di pemerintahan, baru akan disalurkan tahun depan (2020, red)”, tandas Bupati.

Selain menjawab proposal panitia pembangunan gereja, Bupati juga berjanji untuk menghotmix jalan masuk ke gereja.

“Pemerintah akan segera hotmiks jalan masuk ke gereja. Ini tidak ada di proposal tetapi akan dikerjakan”, kata Bupati.

Ketua Dewan Pastoral Paroki (DPP) Leon As, Wilibrodus Seran mengungkapkan apresiasi setinggi-tingginya atas perhatian Pemerintah Kabupaten Malaka terhadap umat Paroki Leon As.

“Atas nama umat Paroki Leon As, kami haturkan limpah terima kasih kepada Bapak Bupati Malaka, Bapak Sekda Malaka serta seluruh jajaran yang sudah mau membantu umat dalam pembangunan tempat ibadah ini”, ungkap Wili.

Hal senada disampaikan Pastor Paroki Leon As, Rm. Yoseph Nahak, Pr.

Romo mengungkapkan, Gereja dan pemerintah selalu membangun sinergitas dalam melayani umat Allah.

“Gereja adalah umat Allah. Dalam artian ini, Gereja adalah bagian yang tak terpisahkan dari negara. Karena itu, Gereja sebagai institusi bahu-membahu bersama Pemerintah mengusahakan kesejahteraan rakyat”, ungkap Romo Yoseph.

Terkait bantuan dana yang akan dikucurkan Pemkab Malaka, Romo Yoseph mengatakan, Gereja tidak bisa membalas kebaikan Pemkab, selain dukungan doa agar Pemkab bisa bekerja dengan baik demi kesejahteraan rakyat Malaka.*(john germanus)