Sayur Tumbuh Subur Tanpa Pupuk, Ex Transmigran Papua Ini Sebut Malaka Tanah Penuh Susu Dan Madu

oleh -1.975 views

Betun, LikuraiOnline.com —— Tanaman tumbuh subur karena pupuk adalah hal biasa, tetapi kalau tanaman tumbuh subur tanpa pupuk, ini luar biasa.<

Demikian diungkapkan Beny Loe, warga Desa Rabasahain, Kecamatan Malaka Barat, Kabupaten Malaka kepada wartawan di kebun sayur miliknya di Dusun Klisuk, Desa Rabasahain, Senin (03/06/2019).

Beny berkisah, selama Dua Puluh tahun hidup di wilayah transmigrasi di Papua bersama orangtuanya, dirinya tidak pernah mengalami apa yang dialaminya saat ini di kampung halamannya di Malaka.

Bagi Beny, bertani atau bercocok tanam sudah dilakoninya sejak di lokasi transmigrasi. Di sana, Beny dan para transmigran lainnya dibina atau didampingi untuk memanfaatkan lahan pekarangan dan lahan usaha yang disediakan pemerintah bercocok tanam.

“Sejak di tempat transmigrasi kami sudah dibina untuk kerja yang begini. Jadi sebenarnya kerja seperti ini sudah biasa buat kami”, ungkap Beny.

Namun, ada satu hal yang berbeda, yang tidak pernah dialami Beny di tanah rantauan. Jika di sana Beny dan para warga lainnya dilatih untuk menggunakan pupuk untuk meningkatkan produksi pertanian, maka yang dialami Beny di Malaka adalah dirinya bisa tanam sayur tanpa pupuk dan sayur yang ditanamnya bisa tumbuh dengan subur.

“Sejak kembali ke Malaka dua tahun lalu, saya olah lahan untuk tanam sayur begini. Hasilnya jauh berbeda dengan yang saya alami di sana (lokasi transmigrasi, red). sini kita tidak pakai pupuk juga sayur bisa tumbuh dengan subur. Memang Malaka ini ibarat negeri yang berlimpah susu dan madu”, ujar dia.

Mengenai pasar, bagi Beny, pasaran sayur di Malaka ini lumayan bagus. Buktinya, sayur di kebun Beny selalu dibeli pedagang pengecer jauh hari sebelum panen. Karena itu, Beny mengaku sangat menyayangkan banyak lahan warga tidak diolah.

“Tanah sangat subur, kebutuhan pasar juga bagus, tetapi masih banyak lahan tidur yang tidak diolah pemiliknya. Ini sangat disayangkan”, pungkas Beny.

Pantauan media ini, Beny membudidayakan beberapa jenis aayuran di lahan yang tidak terlalu luas. Lahan itu dan juga benih sayur difasilitasi Kepala Desa Rabasahain, Yohanes Leki dan keluarganya.

Kepala Desa Rabasahain ketika dikonfirmasi secara terpusah membenarkan hal itu. Kepala Desa mengaku bangga dan senang dengan semangat dan kerja keras warganya itu.

“Karena itu kita fasilitasi dia supaya semangat dan kerja kerasnya tersebut bisa menjadi contoh bagi warga lain. Harapan kita, semoga apa yang dilakukan Beny bisa memotivasi warga lain untuk mencontohinya”, terang Yohanes.

Menurut Yohanes, Beny mengolah sendiri lahan tersebut secara manual, sedangkan dirinya dan keluarga hanya menyiapkan bibit. Ia berharap, suatu saat dirinya bisa membantu menyiapkan lahan yang lebih luas untuk lahan usaha Beny.*( john germanus)