Rombongan Kaji Banding Komisi 3 DPRD Malaka Diterima Pemkot Batam

oleh -1.033 views

Batam,LikuraiOnline.com — Rombongan Komisi 3 Dewan Perwakilan Daerah (DPRD) Kabupaten Malaka yang melakukan kaji banding di Kota Batam telah tiba dan diterima Pemerintah Kota (Pemkot) Batam.

Rombongan Komisi 3 yang tiba di Kota Batam sehari sebelum, diterima secara resmi oleh Pemkot Batam yang diwakili oleh Asisten 3, Bidang perkenomian dan Pembangunan (Ekbang) Setkot Batam, Pebrialin di Kantor Wali Kota Batam, Selasa (05/11/2019).

Sementara, Anggota Dewan yang diterima Pemkot Batam tersebut adalah Ketua Komosi 3 DPRD Kabupaten Malaka, Felix Bere Nahak, Wakil Ketua, Maria Fatima Seuk Kain, Sekretaris Komisi, Paulo Roberto, dan 3 Anggota masing-masing, Andreas Nahak, Fransiskus Xaverius Taolin dan Petrus Nahak.

Ketua Komisi 3 DPRD Kabupaten Malaka, Felix Bere Nahak memgapresiasi kesediaan Pemkot Batam yang telah bersedia menerima rombongan Komisi 3 DPRD Kabupaten Malaka.

“Terimakasih berlimpah kepada Pemerintah Kota Batam yang sudah menerima kami. Selanjutnya, saya sampaikan tujuan dan maksud kedatangan kami dari Malaka ke Kota Batam.

Bahwa dalam pertemuan beberapa waktu lalu, kami sepakat untuk memilih Kota Batam sebagai tempat untuk kami jadkan tempat kaji banding.

Adapun pikran kami kala itu, bahwa Kota Batam ini hampir sama dengan wilayah kami yang di kelilingi laut dan di sebelah lautan tersebut ada negara tetangga”, ungkap Felix.

Terkait point-point yang menjadi topik kaji banding Komisi 3 DPRD Kabupaten Malaka di Kota Batam, Felix mengungkapkan kurang lebih 3 hal, yakni tata kota, infrastruktur dan pendidikan.

“Kami ingin mendapatkan informasi, pengalaman dan berbagai hal lain yang berkaitan dengan tata kota.

Kami juga mendengar bahwa di Kota Batam ada penerapan multi bahasa di sekolah dan kami juga ingin memperoleh informasi yang berkaitan dengan pembangunan Infrastruktur”, pungkas Felix.

Wali Kota Batam melalui Asisten Bidang perkenomian dan Pembangunan (Ekbang) Setkot Batam, Pebrialin mengungkapkan, faktanya bahwa Kota Batam tidak memiliki Sumber Daya Alam (SDA), karena itu, geliat pembangunan Kota Batam hanya memanfaatkan momentum letak geografis yang berbatasan dengan negara maju.

Pebrialin menjelaskan, Tata Kota Batam sudah menjadi prioritas perhatian Pemerintah sejak awal, melalaui penetapan RT/RW. Misalnya, jarak pemanfaatan lahan dari badan jalan harus sekian meter. Sehingga, kalau ada peeluasan atau penataan jalan, Pemerintah tidak mengalami kesulitan.

“Untuk pembangunan taman, Pemerintah Kota Batam melibatkan pihak ke tiga, dalam hal ini perusahaan-perusahaan yang ada.

Perusahaan yang bangun dengan kompensasi perusahaan tersebut memasang logo perusahaannya di taman tersebut. Dalam hal ini, pembangunan diurus oleh perusahaan dengan konsep dari Pemerintah Kota”, jelas Pebrialin.

Terkàit penerapan multi bahasa di sekolah, hal ini dimaksudkan untuk menjawab kebutuhan pasar.

Mengingat, Batam merupakan daerah industri, dimana sering mendapat limpahan investasi industeri dari Singapura dan beberapa negara lain, seperti Hongkong.

Saat ini sedang digodok Perda agar Bahasa Inggris dijadikan kurikulum Muatan Lokal di Sekolah Dasar.

Infrastruktur di Kota Batam berjalan seiring dengan Tata Kota. Saat ini, semua ruaa jalan utama di Kota Batam telah dibangun dua jalur dan masing-masing jalur sudah dibangun hingga 5 lajur.

“Selain jalan utama, Pemkot Batam juga meluncurkan program Peningkatan Infrastruktur Kelurahan (PIK).

Sampai saat ini sudah mengalokasikan hingga 1,5 Miar Rupiah per kelurahan. Ini untuk mengakomodir kegiatan yang tudak diakomodir melalui instansi besar seperti Bina Marga”, pungkas Pebrialin.

Kaji banding Komisi 3 DPRD Kabupaten Malaka di Batam akan berlangsung selama 4 hari ke depan.

Dan untuk kelancaran kegiatan tersebut, para wakil rakyat difasilitasi oleh Kabag Keuangan Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Malaka, Pius Kehi dan beberapa stafnya.*(john germanus)