Reses Anggota DPRD Felix Bere Nahak di Desa Fahiluka, Warga Minta Tambahan Traktor

oleh -1.196 views

Betun, LikuraiOnline.com — Program balik lahan gratis program Revolusi Pertanian Malaka (RPM) yang sudah berjalan selama ini dinilai baik dan sangat membantu masyarakat petani.

Walau demikian, implementasi program ini di masyarakat dianggap belum merangkul kebutuhan seluruh warga.

Karena itu, dalam kesempatan Reses Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Malaka dari Fraksi Partai Nasdem, Felix Bere Nahak, S.Pt, di Desa Fahiluka, Kecamatan Malaka Tengah, Sabtu (23/11/2019), banyak warga mengusulkan tambahan traktor untuk membalik lahan perranian milik warga.

“Selama ini masih banyak lahan masyarakat yang tidak sempat dibalik, sehingga kami usulkan agar traktor di desa Fahiluka ditambah”, ujar Pit Seran, warga Desa Fahiluka.

Menurut Pit, traktor-traktor yang selama ini melayani masyarakat tidak mampu merangkul semua dehingga kadang terjadi bentrok di antara masyarakat.

Warga mengaku, program prioritas Bupati Malaka Stefanus Bria Seran terkait Revolusi Pertanian Malaka (RPM) sangat bagus tapi traktor masih kurang banyak sehingga perlu ditambahkan.

“Traktor harus ditambahkan karena selama ini terjadi perebutan traktor sampai baku hantam, tapi ini menjadi pengelaman dan akan menjadi pelajaran, semoga kedepannya tarktor bisa ditambahkan” tambahnya.

Anggota DPRD Malaka, Felix Bere Nahak, S.Pt, yang juga Ketua Komisi III DPRD Malaka tersebut menuturkan, kehadirannya ditengah-tengah masyarakat adalah untuk menyampaikan informasi dan mendengar aspirasi masyarakat yang sudah memilih dirinya menjadi anggota DPRD.

Felix Bere Nahak mengingatkan, dalam berpolitik jangan ada rasa dendam sehingga bisa bergandengan tangan untuk membangun daerah.

Terkait usulan penambahan armada traktor, Felix mengatakan, dirinya menampung dan akan memperjuangkan usulan tersebut untuk dilaksanakan Pemerintah jika waktu masih memungkinkan.

Hadir pada kesempatan itu, Mantan Kepala Desa Fahiluka, Yohanes Babulu, S.Sos, yang hadir sebagai toko masyarakat, Toko adat serta masyarakat Desa Fahiluka.*(john germanus)