Pesona Wisata Pantai Kabupaten Malaka; Surga tersembunyi di Tapal Batas Negeri

oleh -2.491 views

Betun, LikuraiOnline.com —– Kabupaten Malaka,, Kabupaten bungsu di Nusa Tenggara Timur memiliki kekayaan garis pantai yang panjangnya mencapai 81 Kilo Meter, tanpa tebing, hanya dipisahkan muara-muara suangai.

Mulai dari tapal batas negara Republik Indonesia dan Republik Demokratik Timor Leste di Motamasin, Desa Alas Selatan, Kecamatan Kobalima Timur hingga Desa Lamea, Kecamatan Wewiku, terbentang garis pantai yang menyimpan keindahan dan kei tersendiri.

Di Pantai Motamasin, yang berjarak kurang lebih satu Kilo Meter dari Pos Lintas Batas Negara RI-RDTL, telah dibangun Mercusuar dan radar pemantauan TNI yang menambah daya tarik wisata di pantai ini, selain hamparan pasir putih dan deburan ombak yang pecah di pantai.

Bergeser ke arah barat, ada kawasan wisata pantai Raihenek yang berjarak kurang lebih 100 Meter dari Stadion Mini Kobalima, salah satu venue El Tari Memorial Cup yang akan akan digelar Juli mendatang.

Kawasan Pantai Raihenek ini terletak persis di Desa Rainawe, Kecamatan Kobalima.

Sedikit lagi ke barat, terdapat kawasan wisata Pantai Loodik. Walau Pantai Loodik letaknya berbeda desa dengan Pantai Raihenek, namun jarak antara kedua kawasan wisata ini cuma beberapa meter saja.

Di kedua kawasan wisata pantai ini, mata pengunjung akan dimanjakan oleh hamparan pasir putih yang selalu terbuka terhadap riak-riak ombak putih yang pecah, dan hembusan semilir yang merayu.

Penataan dua kawasan wisata pantai ini telah mendapat campur tangan dari Pemerintah Pusat.

Demikian disampaikan Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Malaka,  Rofinus Bau, yang disampaikan  kepada media ini di kawasan Pantai Loodik,  beberapa waktu lalu.

“Pemerintah pusat telah membantu penataan kawasan wisata alam Pantai Loodik ini dengan membangun kanopi parkiran dan papan nama atau identitas”,  tutur Rofinus.

Masih di Desa Litamali, Kecamatan Kobalima, ada kawasan wisata Pantai yang sudah fenomenal, Masin Lulik.

Gundukan lumpur basah yang mendidih menawarkan pemandangan lain yang sungguh memikat hati.

Empat kawasan wisata pantai di Kobalima dan Kobalima Timur tersebut hanya dapat dijangkau dalam waktu kurang dari satu jam dari Kota Betun, Ibu Kota Kabupaten Malaka.

Di Kecamatan Malaka Tengah, terdapat kawasan wisata pantai yang tak kalah menariknya, Pantai Motadikin.

Melalui dana APBD II, kawasan ini telah mendapatkan sentuhan penataan.

Dengan waktu tempuh kurang dari setengah jam dari Kota Betun, kita sudah bisa menikmati deburan ombak yang pecah di hamparan pasir putih pantai Motadikin dan senandung desaunan cemara yang menari-nari oleh sapuan angin pantai.

Kawasan wisata pantai Motadikin sangat cocok untuk tempat tamasya keluarga, karena anda bisa mendapatkan berbagai jenis ikan segar dari pangkalan nelayan tradisional di kawasan tersebut.

Tidak kalah menarik, Pesona Kawasan Wisata Pantai Abudenok, di Desa Rabasahain, Kecamatan Malaka Barat, yang dapat dijangkau dalam waktu kurang lebih satu jam dari Kota Betun.

Hamparan puluhan hektar hutan cemara akan segera menyapa anda ketika memasuki kawasan wisata pantai ini. Hamparan panjang pasir kecokelatan siap menanti anda. Di tempat ini pun anda dapat menikmati berbagai jenis ikan dan udang segar yang dapat diperoleh dari para nelayan yang mangkal di sekitar kawasan pantai Abudenok.

Di Desa Alkani, Kecamatan Wewiku, kawasan Wisata Pantai Taberek bisa menjadi pilihan tamasya keluarga. Hanya satu jam dari Kota Betun, anda telah bisa menggapai lokasi ini.

Kabupaten Malaka di Pesisir Selatn Pulau Timur, garda terdepan di tapal batas NKRI – RDTL menyimpan sejuta anugerah keindahan alam pantai.

Sejuta pesona alam pantai yang indah dan unik, bak surga di bumi perbatasan ini.

Ya, surga yang tersembunyi di tapal batas negeri. Mari berwisata pantai di Kabupaten Malaka.*(john germanus)