Perencanaan Pembangunan Kawasan Transmigrasi di Desa Kapitan Meo Final

oleh -1.280 views

Betun, LikuraiOnline.com —- Pembangunan Pemukiman Pugar Transmigrasi di Desa Kapitan Meo, Kecamatan Laenmanen, Kabupateb Malaka, yang menjadi pilot project pemukiman pugar di lingkungan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Terpencil dan Transmigrasi (KEMENDES, PDT dan TRANS) telah mencapai tingkat final.

Hal itu diungkapkan Kasubdit Perencanaan teknis Direktorat  Pembangunan Kawasan  Transmigrasi pada KEMENDES, PDT dan TRANS, Wawan Gunawan usai Rapat Koordinasi  Pelaksanaan Pembangunan Pemukiman Transmigrasi Tahun 2019 di Desa Kapitan Meo,  di Aula Kantor Nakertrans Malaka, Rabu (13/03/2019).

Wawan yang hadir bersama rombongan KEMENDES, PDT dan TRANSMIGRASI menegaskan, rapat koordinasi yang dilaksanakan bersama tim koordinasi daerah telah menemukan titik sepakat.

“Untuk Perencanaan saya anggap final. Hari ini kita diskusikan bersama tim koordinasi didaerah lebih menekankan penajaman-penajaman materi dan saya kira sudah ada kesamaan ide”,  tandas Wawan.

Wawan menambahkan, setelah melewati tahapan perencanaan ini, pembangunan kawasan pemukiman transmigrasi Kapitan Meo sudah boleh melangkah ke tahap pembangunan.

“Sudah bisa dilanjutkan ke tahap penbangunan. Saya kira dimulai dengan pengadaan dan pelelangan. Dan kita (KEMENDES, PDT dan TRANS, red) akan terus kawal sehingga dipercepat prosesnya supaya bermanfaat bagi kesejahteraan rakyat”, ujar Wawan.

Hal Senada  Kasubdit Penataan Tanah pada Direktorat Penyediaan Tanah, KEMENDES, PDT dan TRANS, Andi Ritma.

Menurut Ritma, tahapan penyediaan tanah bagi pembangunan kawasan transmigrasi Kapitan Meo telah berjalan dengan baik.

Hal tersebut, lanjut Ritma, tidak terlepas dari dukungan dan kerja keras dari Pemerintah Kabupaten Malaka untuk memberikan pengertian dan edukasi yang baik kepada masyarakat.

Ritma menambahkan, semua lahan yang masuk dalam program ini akan disertifikasi.

“Tahun ini di Kapitan Meo akan ada 800 bidang yang sudah disepakati dengan BPN untuk disertifikasi. Jadi kita minta dukungan dari semua pihak, termasuk masyarakat supaya program ini bisa berjalan karena tujuannya untuk pemerataan pembangunan”, tutur Ritma.

Wakil Direktorat Prmbanunan Pemukiman, Dirjen KP2Trans pada
KEMENDES, PDT dan TRANS, Sumardi menegatakan Pembangunan Pemukiman Pugar Transmigrasi merupakan program baru pada dirjen Pemukiman Transmigrasi dan Desa Kapitan Meo di Kabupaten Malaka terpilih menjadi pilot project (proyek percontohan) bagi program ini.

Karena itu, Sumardi meminta dukungan dari semua pihak, terutama Pemkab dan masyarakat Malaka, khususnya warga Kapiten Meo.

Sumardi menambahkan, lama pembangunan suatu kawasan membutuhkan waktu kurang lebih 4 bulan. Karena itu, menurut dia, jika kegiatan pembangunan dimulai pada April, maka diperkirakan kawasan tersebut akan ditempati paling lambat di awal September.

Sementara, Pemerintah Kabupaten Malaka, melalui Asisten III Setda Malaka, Drs.Yoseph Parera menyatakan apresiasi kepada pihak Kementerian yang sudah memilih Malaka menjadi Pilot Project program ini.

Menurut Yos, Pemkab Malaka telah membentuk tim koordinasi untuk menangani program ini.

“Sebagai bukti keseriusan Pemkab Malaka, Bupati telah membentuk tim koordinasi tingkat Kabupaten yang diketuai oleh Asiaten I, Drs.Zakarias Nahak. Pemkab mau supaya pembangunan dipercepat dan rakyat bisa menikmati hasilnya”, tandas Yos.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Tranamigrasi (Nakertrans) Kabupaten Malaka, Vinsensius Babu mengatakan, 75 unit dari total 323 unit rumah yang akan dijadikan pilot project Satuan Pembangunan Pemukiman Pugar tersebut sedang dilelang dan akan dikerjakan tahun 2019 ini.*(ama/advertorial)