Penanaman Jagung Pada Musim Tanam Tahun 2019 Melampaui Target

oleh -1.570 views

Betun, LikuraiOnline. Com — Target penanaman jagung sebesar 22 ribu hektar yang dicanangkan Pemeritah Kabupaten Malaka  tercapai,  bahkan terlampaui target.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Perkeunan (TPHP) Kabupaten Malaka,   Yustinus Nahak kepada wartawan di Betun, Senin (18/3-2019).

Menurut Yustinus,  pihaknya sangat optimis akan hal itu,  mengingat pada musim taman pertama,   penanaman jagung sudah melebihi 20 ribu hektar.

Dengan demikian berarti sisa target kurang dari 2 ribu hektar. Target ini,  lanjut dia,  sangat mungkin terlampaui mengingat masih tersisa 2 musim tanam lagi.

”Untuk komoditi jagung ini target kita di tahun 2019 adalah 22 ribu hektar untuk 3 musim tanam. Ternyata, pada musim tanam I ini sudah tercover Luas  20 ribu delapan puluh delapan hektar.

Ini berarti kita masih punya beban seribu sembilan ratus dua hektar saja. Padahal kita masih punya 2 musim lagi. Jadi optimis terlampaui”,  jelas Yustinus.

Berkaitan dengan itu,  Yustinus menandaskan,  pihaknya menghimbau kepada masyarakat petani agar cerdas dan lebih fokus kepada usaha taninya,  dengan memanfaatkan segala sarana yang disiapkan pemerintah melalaui program Revolusi Pertanian Malaka (RPM).

“Kalau ada hal yg kurang dimengerti, silahkan lapor ke dinas atau para Petugas Penyuluh Lapangan (PPL).

Kita punya tim pakar RPM yang siap 24 jam untuk membantu menyelesaikan persoalan di lapangan”,  tandasnya.

Tim pakar RPM tersebut,  lanjut dia,  terdiri dari 10 orang pakar yang ahli di bidangnya masing-masing dan tidak perlu diragukan lagi kompetensinya.

“Ada ahli tanah, ada ahli sosiologi dan antropologi, ada ahli hama dan penyakit, ada ahli budidaya, ada ahli ekonomi pertanian, ahli ternak dan perikanan.

Mereka siap memberikan pendampingan kepada para petani kita optimis Program RPM usungan Bupati SBS bisa jadi sarana untuk percepatan kemakmuran rakyat karena rakyat akan berkelimpahan makanan”,  pungkas Yustinus.

Sebagaimana diketahui,  jagung termasuk salah satu dari delapan komoditi yang dikembangkan melalui program MPM.  Di Kabupaten Malaka,  khususnya di bagian dataran,  jagung ditanam dalam tiga musim.*(ama/user)