Pemkab Malaka Terus Tekan Angka Kematian Ibu Dan Anak Melalui 2H2 Center

oleh -1.294 views

Betun, LikuraiOnline.com —- Menekan angka kematian ibu dan anak merupakan salah satu prioritas Pemkab Malaka dibawah kepemimpinan Bupati dr. Stefanus Bria Seran, MPH.

Terkait upaya menekan kematian ibu dan anak tersebut, sejak bulan Juli 2018 telah diluncurkan program 2H2 Center (dua hari sebelum dan dua hari setelah melahirkan) Revolusi Kesehatan Ibu dan Anak (KIA).

Hampir setahun berjalan, program 2H2 center ini sangat terasa perannya dalam menekan angka kematian ibu dan anak, baik sebelum melahirkan, pada saat melahirkan maupun setelah melahirkan.

Demikian diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malaka, drg. Paskalia Frida Fahik ketika ditemui media ini di ruang kerjanya, Rabu (08/05/2019).

Menurut Frida, keberhasilan program 2H2 Center tersebut tidak terlepas dari peran berbagai pihak seperti Kepala Desa dan perangkat-perangkat desa, Camat, pimpinan agama, petugas kesehatan desa, hingga petugas kesehatan di setiap jenjang fasilitas kesehatan yang ada.

“Ada yang namanya kantong persalinan, yaitu data ibu hamil yang ada di setiap desa. Jadi kita sudah tahu di desa itu ada berapa ibu hamil, kapan ibu hamil itu akan melahirkan, juga termasuk apakah ada indikasi masalah persalinan.

Intinya ibu-ibu hamil itu kita pantau bersama, sehingga dua hari sebelum perkiraan hari persalinan sudah diantar ke fasilitas kesehatan”, jelas Frida.

Frida mengakui, pelaksanaan program ini jadi semakin lancar dengan memanfaatkan perkembangan teknologi komunikasi yang ada.

“Semua data ibu hamil dan data persalinan terpantau lewat group WhatsUp dan dalam hal ini kita sangat terbantu.

Misalnya kalau ada kesulitan dalam kasus persalinan di puskesmas dan harus di rujuk ke RSUPP, informasi itu sudah bisa dipantau di group WhatsUp sebelum pasien tiba di RSUPP sehingga dokter yang mau menangani pasien tersebut sudah disiapkan, begitu juga peralatan medis yang mungkin dibutuhkan”, ujar Frida.

Satu hal yang digalakkan melalui Revolusi KIA adalah menyediakan calon donor bagi ibu hamil yang dalam pemeriksaan selama kehamilan ditemukan indikasi yang diduga akan mengalami masalah pada saat persalinan.

“Kita siapkan calon donornya jauh-jauh hari, sehingga ketika ibu bersalin tersebut membutuhkan donor, ia akan cepat tertolong”, tambahnya.

Dengan adanya Revolusi KIA 2H2 Center ini, tambah Frida, semua ibu hamil bisa melahirkan di Fasilitas Kesehatan yang ada. Dengan demikian, angka kematian ibu dan anak di Kabupaten Malaka bisa ditekan.*(john germanus)