Pemkab Malaka Balik 25 Hektar Lahan Warga Translok  Uluklubuk

oleh -1.609 views

Betun,  LikuraiOnline.com —-Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (NAKERTRANS) Kabupaten Malaka berkoordinasi dengan Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan untuk mengolah lahan warga Transmigrasi Lokal Uluklubuk, Desa Weoe, Kecamatan Wewiku, Kabupaten Malaka.

Hal itu dikemukakan Kepala Dinas Nakertrans Kabupaten Malaka, Vinsensius Babu, S.Ip kepada media ini di Betun, Sabtu (30/3/2019).

Vinsen menuturkan, tahun kemarin, pihaknya telah menyelesaikan pembangunan 25 unit rumah permanen di lokasi UPT Uluklubuk dan telah ditempati oleh transmigran.

Sesuai ketentuan,  setiap warga translok harus memiliki lahan pekarangan seluas 0, 25 hektar dan luas lahan usaha  sebesar 0, 75 hektar.

“Waktu itu, setelah serah terima rumah,  warga mengusulkan agar lahan-lahan mereka bisa dibalik supaya bisa ditanami. Saya lalu menghubungi Dinas Pertanian supaya bisa membantu dengan traktor RPM”,  jelas Vinsen.

Lahan-lahan warga translok, baik lahan pekarangan maupun lahan usaha akhirnya dibalik dengan traktor yang disiapkan untuk mendukung program unggulan Pemkab Malaka, yakni Revolusi Pertanian Malaka.

Kepala Dinas Tanaman Pangan,  Holtikultura dan Perkebunan, Ir. Yustinus Nahak, M,Si yang ditemui media ini secara terpisah di Betun, Sabtu (30/3/2019) membenarkan hal itu.

Yustinus menjelaskan, atas koordinasi dari Dinas Nakertrans, pihaknya telah mengolah lahan milik 25 Warga Translok Uluklubuk.

“Prinsipnya, traktor-traktor yang disiapkan Pemkab untuk mendukung RPM itu selalu siap untuk mengolah lahan warga bila dibutuhkan. Kebetulan, waktu itu Dinas Nakertrans memberitahukan kepada kita bahwa ada 25 hektar lahan warga translok perlu diolah. Kita segera tindak lanjuti itu”, tutur Yustinus.

25 hektar lahan warga tersebut, tambah Yustinus, telah dimanfaatkan warga untuk budidaya berbagai komoditas tanaman pangan, seperti jagung, singkong, pisang dan palawija.

Untuk info,  kawasan transmigrasi lokal (translok) Uluklubuk di Kecamatan Wewiku telah dimulai  Pemerintah Kabupaten Belu dengan membangun 200 unit rumah semi permanen.

Tahun 2018 lalu,  Pemerintah Kabupaten Malaka telah menambahkan 25 unit bangunan rumah permanen. Jumlah tersebut belum mencapai target yang seharusnya 250 unit.*(john germanus)