Nilai Tukar Petani (NTP) Nusa Tenggara Timur  Meningkat 0,06 Persen

oleh -1.682 views

Kupang,Likuraionline.com—Pada Bulan Maret 2019, Nilai Tukar Petani (NTT) Provinsi NTT sebesar 105,63 persen  mengalami peningkatan 0,06 persen jika dibandingkan dengan Februari 2019.

Nilai Tukar Petani pada bulan maret didasarkan pada perhitungan NTP dengan tahun dasar 2012 (2012=100).

Perihitungan NTP mencakup lima sub sektor yaitu sub sektor padi dan palawija, sub sektor hortikultura, sub sektor tanaman perkebunan rakyat, sub sektor peternakan dan perikanan.

Masing-masing subsektor tercacat sebesar 108,70 untuk sub sektor tanaman padi palawija (NTP-P),  103,63 untuk sub sektor hortikultura  (NTP-H),  101,37, untuk sub sektor tanaman perkebunan rakyat (NTP-TPR) 107,48, untuk sub sektor peternakan (NTP-Pt) dan 108,33 untuk sub sektor perikanan (NTP-Pi).

Demikian dikatakan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi  NTT, Maritje Pattiwaellapia,SE.,M.Si saat menggelar jumpa wartawan di kantor BPS NTT Senin, 01/04/2019.

Ia menjelaskan, Peningkatan Nilai Tukar Petani (NTP) bulan maret 2019 menunjukan bahwa daya beli/daya tukar petani di NTT lebih baik jika dibandingkan dengan pengeluarannya.

“Peningkatan NTP pada bulan maret 2019 dapat disimpulkan bahwa tingkat kemampuan/daya beli dan daya tukar (term of trade) petani di pedesaan meningkat dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Walaupun indeks harga yang diterima petani menurun dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Namun, masih lebih kecil dari penurunan indeks harga yang dibayar petani,”kata Martje.

Ia menambahkan,  berdasarkan hasil pantauan harga-harga di 115 kecamatan di NTT pada maret 2019, NTP Nusa Tenggara Timur mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan NTP bulan februari 2019.

Peningkatan NTP pada bulan maret 2019 kata Maritje, disebabkan oleh harga hasil pertanian menurun tidak sebanding dengan penurunan harga konsumsi petani. Jika ditinjau per sub sektor dengan membandingkan NTP bulan maret 2019 dengan NTP bulan februari 2019 maka hampir seluruh sub sektor mengalami peningkatan kecuali tanaman pangan dan hortikultura. (yulius)