Masyarakat Petani Minta Pemkab Malaka Tambah Target Luas Balik Tanah

oleh -689 views

Betun, LikuraiOnline.com —- Program balik tanah gratis dengan traktor program Revolusi Pertanian Malaka (RPM) mendapat atensi serius dari masyarakat Kabupaten Malaka, teristimewa masyarakat petani yang langsung menikmati manfaat dari program tersebut.

Menurut beberapa petani yang berhasil diajak ‘ngobrol’ terkait program ini mengaku, balik lahan gratis tersebut sangat membantu meringankan beban kerja, sekaligus mendorong produktivitas para petani.

Yohanes Nahak, petani asal Desa Weoe, Kecamatan Wewiku, ketika ditemui di kebun miliknya, Jumat (15/11/2019) mengungkapkan, sebelum diluncurkan program balik tanah gratis tersebut, dirinya mengolah lahan secara manual dengan tenaga sendiri sehingga hasilnya tidak maksimal.

“Dulu kerja pakai tenaga sendiri. Ada traktor sewaan tetapi tidak punya uang untuk bayar. Sekarang sudah ada traktor gratis sehingga bisa mengurangi beban kerja dan hasil jadi lebih baik”, ungkap Yohanes.

Hal senada diungkapkan warga Rabasa Haerain, Hendrikus Bria. Menurut Bria, balik tanah secara manual memakan banyak waktu dan hasilnya tidak besar.

“Karena itu, kami ucapkan limpah terimakasih kepada Bapak Bupati Malaka yang sudah buat program ini untuk kami petani kecil”, ujar Bria.

Agustinus Nahak, warga Desa Naimana dan Stefanus, warga Desa Bereliku, Kecamatan Malaka Tengah, dalam kegiatan reses Anggota DPRD Kabupaten Malaka, Maria Fatima Seuk Kain di Desa Naimana mengungkapkan, tahun sebelumnya, mereka tidak kebagian jatah balik lahan, tahun ini pun tidak kebagian, sedangkan traktor yang mengolah lahan di desa mereka sudah pindah ke desa lain.

“Kami minta tolong, kalau boleh traktor kembali ke desa kami untuk balik lahan-lahan kami di sisa musim panas ini’, pinta Agustinus dan Stefanus.

Apa yang dialami Agustinus, Stefanus dan warga Desa Naimana san Bereliku, juga dialami warga petani di wilayah lain, termasuk Fransiska Bere di Desa Rabasahain dan Marselunus Seran di Desa Besikama, bahwa lahan pertaniannya belum bisa diolah, sementara target luas lahan yang dibalik tahun ini telah melampaui target 2.500 Hektar.

Karena itu, warga berharap, Pemerintah Kabupaten Malaka bisa meningkatkan target luas balik lahan di musim kerja tahun berikutnya.

“Ini tentu berkaitan dengan anggaran untuk pengadaan Bahan Bakar Minyak (BBM) bagi traktor-traktor yang digunakan untuk balik lahan tersebut. K

itu, sebagai masyarakat, kami sangat berharap kiranya Pemerintah dan DPRD bisa mengambil kebijakan untuk mendukung program ini.

Kalau tahun ini 2.500 Hektar kita alami masih kurang, tahun depan kalau bisa dinaikkan lagi”, ungkap Fransiska.

Sekedar info, luas balik lahan RPM berdasarkan catatan Kamis (14/11/2019) telah mencapai angka 2.518,62 Hektar dari target 2.500 Hektar. Dengan capaian ini pum, masih banyak warga yang mengeluh karena belum terakomodir.*(john germanus)