Masyarakat Malaka ‘Say No To’ People Power

oleh -1.650 views
Bupati Malaka dr.Stefanus Bria Seran,,MPH

Betun,  LikuraiOnline.com — Isu ‘People Power’, yang dihembuskan beberapa elite politik sebagai bentuk penolakan terhadap hasil Pemilu 17 April 2019 mendapat tanggapan dari warga masyarakat Kabupaten Malaka,  Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Beberapa komponen masyarakat,  rermasuk tokoh pemuda di Kabupaten Malaka yang ditemui media ini,  Sabtu (18/05/2019) mengatakan tidak pada People Power (say no to people power).

Ketua Orang Muda Katolik (OMK) Paroki Besikama,  Ans Dawa,  yang di temui di Besikama mengungkapkan, isu people power tersebut adalah isu yang sengaja diangkat untuk memecah belah bangsa. Karena itu, menurut Ans,  people power tidak bisa dibiarkan berkembang di tengah masyarakat.

“Intinya we say no to people power (kita katakan tidak pada people power) karena hal tersebut berpotensi memecah belah bangsa.

Kita sebagai generasi muda punya tanggung jawab untuk menjaga keutuhan bangsa”,  ungkap Ans.

Secara terpisah,  Ketua muslimat NU Kabupaten Malaka,  Siti Rabisah kepada media ini,  Sabtu (18/05/2019) menandaskan,  pihaknya menyadari betul pentingnya peran masyarakat untuk menjaga keutuhan bangsa.

Menurut siti,  kegiatan yang melibatkan massa untuk menggulingkan pemerintahan yang syah adalah kegiatan yang berpotensi menimbulkan perpecahan bangsa.

“Jelas kita tolak people power tersebut karena sangat tidak tepat untuk membina keutuhan bangsa”,  kata Siti.

Siti berpendapat,  pemimpin yang sudah dipilih melalui pemilihan umum yang syah adalah pemimpin yang syah secara konstitusi yang mendapat amanah dari rakyat untuk banyak tugas,  termasuk menjaga keutuhan bangsa.

Sementara,  tokoh pemuda asal Desa Halibasar,  Jemianus Koe mengungkapkan, people power tersebut merupakan ciptaan elite politik yang berusaha menjerumuskan masyarakat ke dalam perjuangan yang keliru untuk memenuhi ambisi pribadi atau golongan.

“People Power itu ciptaan orang atau kelompok orang yang berusaha melibatkan masyarakat dalam perjuangan untuk memenuhi ambisi pribadi atau kelompoknya.  Karena itu,  kita tolak people power tersebut”,  ungkap politisi Partai Golkar tersebut.

Bupati Malaka,  dr. Stefanus Bria Seran,  MPH ketika diminta komentarnya terkait People Power mengatakan, dalam berbagai kesempatan, pihaknya selalu menghimbau kepada masyarakat di wilayahnya agar pintar memilah setiap informasi yang berkembang di masyarakat.

‘Saya selalu menghimbau agar masyarakat cerdas dalam memilah setiap informasi yang berkembang di tengah masyarakat sehingga tidak terjerumus dalam hal-hal yang sifatnya mengadu domba, seperti isu people power yang saat ini sedang ramai diperbincangkan”, ujar Bupati Malaka.

Bupati Malaka menambahkan, sejauh ini tidak ada pergolakan di tengah masyarakat di wilayahnya berkaitan dengan hasil pemilu. Hal ini berarti masyarakat Malaka sangat memiliki pemahaman politik yang sangat baik.

Dengan demikian, Bupati Malaka optimis, masyarakat Malaka tidak akan mudah ditunggangi kepentingan politik pribadi atau golongan yang mau memecah belah bangsa.*(john germanus)