Masyarakat Malaka Apresiasi Program Revolusi  Pertanian Malaka

oleh -1.615 views

Betun, LikuraiOnline.com —– Hasil panen jagung warga Malaka pada musim tanam 1 tahun 2019 sungguh memuaskan.

Karena hasil panen jagung melimpah, Masyarakat Malaka mengapresiasi Program Revolusi Pertanian Malaka.

Warga empat kecamatan, yakni Malaka Barat, Malaka Tengah, Weliman dan Wewiku yang semula risau karena nyaris gagal tanam karena rendahnya curah hujan saat ini sedang panen jagung.

Lambertus Klau, warga Desa Rabasahain, Kecamatan Malaka Barat menuturkan, seperti halnya para petani lain, dirinya sempat pesimis bisa menikmati hasil kebun tahun ini karena hujan tidak turun sampai pertengahan Desember tahun kemarin.

“Sebenarnya sudah tidak ada harapan lagi, karena sampai dekat Natal belum ada hujan. Kita baru tanam jagung setelah natal. Tetapi puji Tuhan, kita bisa lihat panen yang banyak seperti ini”, ujar Lambertus.

Lambertus berhasil panen dua pick up jagung dari lahan seluas 40X70 Meter.

Hal senada diungkapkan Volgen Bria, warga Desa Halibasar, Kecamatan Wewiku.

Volgen dan keluarganya berhasil panen 120 karung jagung dari lahan seluas 60X90 Meter.

“Walau tanam terlambat karena hujannya terlambat, tetapi hasilnya lumayan, bisa mencukupi kebutuhan keluarga”, tandas Volgen.

Pantauan media ini, dalam minggu terakhir ini warga sibuk panen jagung dari lahan-lahan yang sebagian besar diolah dengan fasilitas yang disediakan Pemkab Malaka untuk mendukung program Revolusi Pertanian Malaka.

“Terimakasih kepada Bapak Bupati Malaka karena sekarang kami tidak perlu kasi keluar uang lagi untuk bayar traktor. Kami dapat balik tanah gratis dan dikasi bibit jagung gratis juga”, kata Lambertus.

Warga berharap, Program unggulan Pemkab Malaka ini tetap dipertahankan karena langsung dinikmati oleh warga Malaka, yang mayoritasnya berpencaharian petani.

“Harapan kami para petani kecil ini, kalau pemerintah sudah mau perhatikan kami, jangan sampai program yang baik ini berhenti. Terus terang, kami punya lahan tetapi kami tidak punya uang untuk olah. Kalau hanya harapkan tenaga, hasilnya sangat minim”, pinta Lusia Luruk, warga Desa Besikama, Kecamatan Malaka Barat.

Secara terpisah, Kepala Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Perkebunan Kabupaten Malaka, Ir. Yustinus Nahak, S.Ip menuturkan, panen jagung warga Malaka pada musim tanam pertama tahun ini sangat memuaskan.

“Panen jagung pada musim tanam pertama sudah hampir menutupi target untuk tahun ini. Kita targetkan tahun ini komoditas jagung 22 ribu hektar, sementara pada musim tanam pertama kita sudah panen 20 ribu hektar”, tutur Yustinus.

Yustinus menghimbau, warga petani dan yang memiliki lahan pertanian bisa berkoordinasi dengan petugas teknis lapangan terkait pemanfaatan fsilitas RPM, seperti traktor untuk balik tanah, sehingga kebutuhan warga bisa terakomodir.*

(john germanus)