Luas Olah Lahan RPM Di Wewiku Tertinggi Di Malaka, Desa Weoe Mencapai 106 Hektar

oleh -1.805 views

Camat Wewiku, Yohanes Manfred Laak, S.Pd

Betun,LikuraiOnline.com — Luas olah lahan pertanian milik warga pada persiapan musim tanam pertama tahun ini di Kecamatan Wewiku mencapai 542,90 Hektar. Dengan angka tersebut, luas olah lahan Revolusi Pertanian Malaka (RPM) di Kecamatan Wewiku menjadi yang tertinggi di Kabupaten Malaka.

Penjabat Desa Weoe, Amandus Benediktus Fahik.

Data terakhir yang berhasil dihimpun media ini dari Dinas Teknis pelaksana, dalam hal ini, Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan (TPHP) Kabupaten Malaka, Selasa (17/12/2019), lahan seluas 542,90 Hektar tersebut tersebar merata di 12 Desa yang ada di wilayah Kecamatan Wewiku. Dengan kata lain, seluruh wilayah Kecamatan Wewiku dijangkau pelayanan balik tanah gratis Program RPM tahun 2019 ini.

Menurut data tersebut, dari total 542,90 Hektar tersebut, sebanyak 106, 83 Hektar ada di Desa Weoe. Kemudian, Desa Lorotolus menyusul dengan angka 71,16 Hektar.

Di Desa Lamea, luas lahan olahan mencapai 42,32 Hektar, Desa Alkani mencapai 36,76 Hektar, Desa Weseben mencapai 33,73 Hektar, Desa Rabasa Biris mencapai 48,01 Hektar, Desa Seserai mencapai 50,81 Hektar.

Luas lahan yang diolah di Desa Biris seluas 32,80 Hektar, di Desa Weulun seluas 20,54 Hektar, di Desa Halibasar seluas 36,51 Hektar, di Desa Badarai seluas 32,50 Hektar dan di Desa Webriamata seluas 30,93 Hektar.

Camat Wewiku, Yohanes Manfred Laak, S.Pd kepada media ini di Wewiku, Kamis (19/12/2019) mengatakan, sebagai pimpinan wilayah, dirinya mengapresiasi kebijakan olah lahan gratis tersebut, yang dinilai sangat membantu masyarakat di wilayahnya.

“Wilayah Wewiku ini adalah kawasan pertanian. Karena itu kebijakan pembangunan yang dijalankan Bupati Malaka dalam hal olah lahan gratis program RPM ini sangat tepat bagi wilayah kami.

Karena itu, atas nama masyarakat Wewiku, kami ucapkan limpah terimakasih kepada Bapak Bupati Malaka, dr. Stefanus Bria Seran, MPH, yang sudah menjalankan kebijakan olah lahan gratis, yang mana sangat membantu masyarakat kami. Masyarakat punya potensi berupa lahan yang luas dan subur, pemerintah membantu untuk mengoptimalkan potensi tersebut sehingga bermanfaat bagi kemakmuran masyarakat”, jelas Manfred.

Hal senada diungkapkan Penjabat Desa Weoe, Amandus Benediktus Fahik. Menurut dia, hampir 90 persen dari total 1.416 Kepala Keluarga di wilayah Desa Weoe bermata pencaharian bertani, dengan luas lahan pertanian lahan kering mencapai separuh wilayah Desa Weoe.

Luas wilayah pertanian yang demikian itu, kata Amandus, merupakan potensi yang sangat besar yang menjadikan wilayah ini sebagai lumbung bagi hasil pertanian, seperti jagung, pisang dan singkong.

“Karena itu, kebijakan olah lahan gratis ini sangat tepat untuk masyarakat di wilayah Desa Weoe. Maka, kami di Weoe menginginkan Bapak SBS tetap melanjutkan program ini di Malaka sehingga semakin banyak masyarakat yang menikmati manfaatnya dan supaya semakin banyak potensi yang ada dioptimalkan”, ungkapnya.

Sebelumnya diberitakan, pengolahan lahan pertanian milik warga, program RPM tahun ini ditutup di angka cantik 3.333 Hektar dan melampaui target yang dicanangkan, yakni 2.500 Hektar.*(john germanus)