Layani Lima Desa Di Rinhat, Puskesmas Wekmidar Jadi Ujung Tombak Implementasi Program Unggulan Bupati Malaka Di Bidang Kesehatan

oleh -1.883 views

Betun, LikuraiOnline.com —– Puskesmas sebagai fasilitas layanan keaehatan tingkat pertama harus menjadi ujung tombak implementasi salah satu program unggulan Bupati Malaka, yakni peningkatan pelayanan kesehatan.

Demikian diungkapkan Kepala Puskesmas Wekmidar, Blasius Bria Nahak, SKM ketika ditemui wartawan di ruang kerjanya di Wekmidar, Sabtu (22/06/2019).

Sadat akan peran ini, kata Blasius, pihaknya berupaya memberikan pelayanan terbaik kepada warga lima desa yang ada di dalam wilayah kerjanya, yakni Desa Wekmidar, Desa Lotas, Desa Raisamane, Desa Saenama dan Desa Muke.

“Kita di Puskesmas ini yang langsung menangani masalah kesehatan masayarakat.

Karena itu kita delalu berusaha untuk berikan pelayanan yang baik kepada masyarakat sehingga masyarakat bisa memahami program unggulan Bupati Malaka di bidang kesehatan”, tandas Blasius.

Blasius menjelaskan, untuk menunjang pelayanan prima kepada warga lima desa dengan kondisi topografi yang agal sulit, Puskesmas Wekmidar dibantu oleh dua Pos Kesehatan Desa (Poskesdes) yang masing-masing siap memdekatkan pelayanan kepada warga di Desa Saenama dan Desa Lotas.

Dari segi Sumber Daya Manusia, saat ini Puskesmas Wekmidar memiliki 1 orang tenaga dokter, 10 orang tenaga perawat dan 16 orang tenaga bidan termasuk bidan desa yang bertugas di Desa Lotas, Muke dan Saenama.

Terkait pelaksanaan Revolusi Kesehatan Ibu dan Anak (Revo KIA), Blasius mengatakan bahwa program H2H Center cukup berjalan dengan baik, walaupun ia mengakui sedikit terkendala karena kurangnya dukungan dari lintas sektor.

“Untuk warga 5 Desa di wilayah kerja kita, rata-rata terdapat 12 kasus persalinan tiap bulannya dan semua berhasil kita arahkan untuk bersalin di fasilitas kesehatan, sesuai standarnya, yakni dua hari sebelum melahirkan kita jemput ke puskesmas dan baru kita antar pulang dua hari setelah persalinan.

Mengenai kendala, walaupun medan kita cukup sulit, sejauh ini semua berjalan baik. Kita punya dua ambulance yang selalu siap menjemput dan mengantar pasien”, tandas Blasius.

Sementara untuk memantau tanda-tanda kehamilan di desa-desa dan juga keadaan ibu hamil, lanjut Blasius, pihaknya manfaatkan para kader posyandu dan para bidan desa yang ada di desa.*(john germanus)