Konsep Cerdas SBS Di Balik Perhelatan Akbar El Tari Memorial Cup

oleh -2.081 views

(Catatan Harian Seorang Jurnalis)

John Germanus Seran — Wartawan LikuraiOnline.com

Adalah sebuah keputusan yang sangat berani dari seorang Bupati Malaka, dr. Stefanus Bria Seran, MPH (SBS) untuk menawarkan Kabupaten Malaka menjadi tuan rumah bagi sebuah perhelatan akbar turnamen sepak bola yang melibatkan duta dari seluruh Kabupaten/ Kota se- Nusa Tenggara Timur.

Rentetan pertanyaan dan komentar miring terlontar, baik dari bibir masyarakat daerah lain, bahkan dari bibir putera-puteri Malaka sendiri.

Mampukah Kabupaten yang masih belia ini menyelenggarakan perhelatan akbar sekelas El Tari Memorial Cup (ETMC)? Apa faedahnya menghabiskan banyak uang untuk membangun sarana yang dibutuhkan untuk perhelatan ETMC, sementara Malaka masih membutuhkan banyak anggaran untuk pembangunan sarana dan prasarana penting semisal kantor pemerintahan? Apa faedah perhelatan ETMC ini bagi kehidupan konkret masyarakat Malaka?

Pertama, Kabupaten Malaka sebagai Kabupaten bungsu di Nusa Tenggara Timur ini kaya akan potensi Sumber Daya Alam dan Sumber Daya Manusia. Hal ini disadari betul oleh seorang SBS sebagai seorang putera Malaka yang lahir dari rahim daerah ini.

Maka tanpa sedikit keraguanpun, SBS menawarkan Malaka menjadi tuan rumah bagi perhelatan akbar ini.

Ke dua, dibalik keputusan SBS menawarkan Malaka menjadi tuan rumah bagi perhelatan ETMC sebenarnya terkandung cita-cita besar untuk menorehkan sejarah, yang nantinya bisa menjadi buah tutur anak-anak Malaka dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Saya lalu teringat pada keputusan super berani seorang Bung Karno menawarkan Indonesia menjadi tuan rumah bagi perhelatan akbar Asian Games tahun 1962, ketika Republik ini masih belia dan masih sangat membutuhkan banyak anggaran untuk membangun banyak hal penting lainnya.

“Taruhannya adalah nyawa saya dan seluruh rakyat Indonesia”, seru Bung Karno kala itu, ketika Indonesia muda ditetapkan menjadi tuan rumah ajang Olahraga multievent se-Asia tersebut.

Bahkan Soekarno mengeluarkan surat keputusan penguasa perang tertinggi, yang ditujukan kepada para pengusaha dan para menteri serta pelaku BUMN, yang dimaksudkan agar semua rakyat Indonesia ikut mendukung.

Dan dengan perhelatan Asian Games tersebut, bangsa-bangsa se-Asia, bahkan seluruh dunia jadi tahu bahwa ada di dunia ini sebuah negeri teramat elok dan kaya raya bernama Republik Indonesia.

Hal yang sama dilakukan seorang SBS ketika Malaka ditetapkan menjadi tuan rumah perhelatan turnamen sepak bola antar du se-Nusa Tenggara Timur. “Ini pertaruhan harga diri. Semua anak Malaka harus mendukung”, tegas SBS kala itu.

Dengan adanya perhelatan akbar El Tari Memorial Cup ini, diharapkan publik akan tahu bahwa ada sebuah daerah kecil teramat elok dan kaya raya di gerbang perbatasan bernama MALAKA.

Ke Tiga, pembangunan infrastruktur berupa akses jalan menuju lapangan pertandingan, lapangan tempat pertandingan dan tempat penginapan serta sarana prasarana pendukung lainnya akan menjadi warisan masyarakat Malaka sampai selama-lamanya.

Kini masyarakat Malaka boleh berbanghga memiliki sebuah stadion mini yang indah di Kobalima, yang jaraknya kurang dari 10 KM dari gerbang batas RI – RDTL.

Lapangan Umum Kota Betun telah ditata menjadi sangat indah lengkap dengan penerangan untuk aktifitas di malam hari.

Di Besikama, warga Malaka boleh berbangga memiliki sebuah lapangan yang telah ditata bagus. Semuanya itu kini menjadi milik rakyat Malaka.

Ke Empat, ada juga dampak langsung bagi ekonomi masyarakat Malaka di balik perhelatan ETMC ini. Sebut saja, para petani sayur dan buah akan meraup keuntungan dengan memasok sayuran dan buah bagi para kontingen. Begitu juga penjual beras, daging dan para nelayan.

Atau, sebut saja para pengrajin tenun ikat yang tiba-tiba kebanjiran pesanan selendang dan sarung yang dibutuhkan Pemkab Malaka dan Panitia penyelenggara sebagai cindera mata bagi para tamu.

Terakhir, tetapi tidak kalah pentingnya, melalui event ETMC ini sebenarnya masyarakat Malaka bisa memperkenalkan diri secara utuh kepada saudara-saudara dari daerah lain.

Baik itu kekayaan alam berupa keindahan destinasi wisata, kekayaan budaya melalui atraksi-atraksi seni dan budaya serta kekayaan Sumber Daya Manusia melalui sikap, tutur kata, tingkah laku.

Kini, perhelatan akbar ETMC sudah di depan mata. Bung Karno dan rakyat Indonesia di tahun 1962 telah bahu-membahu mensukseskan event Asian Games. Kini, kesuksesan penyelenggaraan ETMC ada pada tangan kita semua. SBS telah mengambil keputusan itu.

“Ini adalah pertaruhan harga diri”. Ya, harga diri kita semua sebagai rakyat Malaka. Mari kita bahu-membahu menjawab tantangan ini dengan membaca konsep cerdas seorang SBS di balik perhelatan akbar ETMC 2019 di Kabupaten Malaka.*